
Kudus, CyberNews. Sebanyak 64.206 buruh rokok PT Djarum di 109 unit kerja, secara serempak menerima tunjangan hari raya pada Rabu (16/8). Total dana yang diterima pekerja dari perusahaan mencapai Rp 50,2 miliar. Jumlah tersebut merupakan yang terbesar, baik dari nominal yang dicairkan maupun jumlah buruh penerima.
Berdasarkan pantauan Suara Merdeka CyberNews di brak (gudang produksi - red) Megawon, antrean buruh yang akan menerima THR sudah terlihat sejak pukul 09.00. Mereka menerima tunjangan perayaan keagamaan tersebut secara bergiliran, agar tidak mengganggu proses produksi.
Menurut Industrial Relations Officer PT Djarum, Subronto, jumlah THR setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan. Pasalnya, hal itu disesuaikan dengan nominal upah minimum kabupaten yang ditetapkan. Faktor lain yang mempengaruhi yakni, peningkatan jumlah pekerja.
Disinggung soal kebijakan untuk memberikan THR lebih awal dari ketentuan semula, dia menyatakan hal itu didasarkan atas berbagai pertimbangan. Salah satunya, pekerja akan mempunyai waktu yang lebih longgar untuk dapat membelanjakannya.
Selain itu, bila diberikan mendekati Lebaran, dipastikan harga-harga kebutuhan pangan sudah akan meroket. "Pertimbangan kami seperti itu," jelasnya.
Terpisah, beberapa pekerja rokok yang ditemui juga sepakat dengan alasan itu. Sumarni, pekerja asal Mejobo mengaku akan segera membelanjakan uang THR untuk persiapan Lebaran. Pasalnya, bila hal tersebut ditunda-tunda, dipastikan harga-harga di luar sudah naik. "Ya, saya sangat senang diberikan lebih awal," paparnya.
( Anton WH / CN31 / JBSM )