panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
12 Agustus 2011 | 23:16 wib
Antisipasi Macet Lebaran, Parkir Ditertibkan

Solo, CyberNews. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta melarang penggunaan tepi Jalan Slamet Riyadi untuk keperluan parkir, selama arus mudik dan balik Lebaran mendatang.

Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi potensi kemacetan lalu-lintas di jalur utama tersebut. Kepada wartawan, Kepala Dishub Herman Yosca Soedrajat mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan surat edaran terkait larangan yang diberlakukan mulai H-7 hingga H+7 Lebaran tersebut.

“Surat itu kami tujukan kepada para pengelola parkir on street di sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Intinya, selama rentang waktu tersebut, mereka dilarang memfungsikan tepian jalan untuk aktivitas parkir,” ungkap dia, saat dijumpai di balai kota.

Selain itu, edaran serupa juga ditujukan kepada pengelola pusat perbelanjaan dan hotel, yang berada di kawasan yang sama. “Mereka juga kami minta untuk mengupayakan lokasi parkir off street, serta memasukkan semua tamu hotel dan pengunjung mal ke lokasi parkir selain tepi jalan raya.”

Mantan Kabid Lalu-lintas Dishub ini menjelaskan, kebijakan tersebut terpaksa diambil, mengingat Jalan Slamet Riyadi merupakan salah satu jalur mudik di Solo, di luar jalur alternatif yang melewati Jalan Veteran dan ring road Mojosongo.

”Meski pemudik sudah kami arahkan untuk melewati jalur alternatif, sejak masuk dari daerah Kleco, tapi tetap banyak yang memilih melewati jalur di tengah kota, seperti Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Urip Sumoharjo. Makanya, kami harus mengantisipasi kondisi tersebut, agar tidak timbul kemacetan lalu-lintas,” jelas dia.

Herman menambahkan, selain memberlakukan larangan parkir di tepi jalan, kebijakan serupa juga diterapkan di sepanjang jalur lambat yang berada di Jalan Slamet Riyadi.

”Selama arus mudik, kami juga berniat mengoptimalkan jalur tersebut untuk kendaraan tidak bermotor. Diharapkan, hal ini juga dapat memaksimalkan antisipasi terhadap kemacetan di jalan tersebut.”

Dinas Pengelola Pasar (DPP) siap mengantisipasi terjadinya pasar tumpah di sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Kembang, Gede, Kadipolo, Kleco, dan Tanggul di Kelurahan Kampung Sewu.

”Kami akan berkoordinasi dengan Satpol PP dan mengarahkan pedagang untuk berjualan di dalam pasar. Jika ternyata lokasinya tidak mencukupi, mereka akan ditempatkan di jalur lambat, sehingga tidak sampai mengganggu arus lalu lintas,” terang Kepala DPP, Subagiyo.

Menurutnya, munculnya pasar tumpah tersebut biasanya berlangsung mulai H-7 Lebaran dan mengalami puncaknya pada H-3.

( Bambang Purnomo / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 15543
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 16479
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 16239
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 18815
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 15714
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER