
Boyolali, CyberNews. Seorang penjual ayam mati kemarin (tiren) atau ayam bangkai nyaris menjadi sasaran amukan massa di pasar Guwo, Kecamatan Kemusu, Kamis (11/8). Pedagang tersebut kepergok tim razia terpadu Pemkab Boyolali.
Kasi Farmasi Makanan Minuman (Farmamin) dan Obat Asli Indonesia (OAI) Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Sartono mengatakan, tim terpadu berasal dari jajaran Satpol PP, Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disperidagsar).
Setiap hari hingga sebelum lebaran mendatang, tim melakukan razia di pasar- pasar tradisional. Seperti yang dilakukan di Pasar Guwo, tim memeriksa satu persatu barang dagangan yang dijual para pedagang. Pemeriksaan untuk mengetahui apakah barang dagangan, utamanya makanan mengandung bahan berbahaya atau tidak.
Saat itulah, tim melihat dua pedagang ayam tiren, namun seorang penjual langsung kabur dengan naik bus dan membawa serta semua dagangannya. "Karena curiga, kami langsung melakukan pengecekan," katanya.
Ternyata kecurigaan itu benar adanya. Tim mendapati 5 kilogram daging ayam tiren dalam kondisi matang dan 20 kilogram masih mentah. Kontan, seluruh daging ayam yang dijual disita petugas. Mengetahui ayam yang dijual ternyata tiren, para pembeli di sekitar lokasi menjadi marah dan nyaris memukuli penjual tersebut.
Beruntung, dagangan Tumi, warga Tengaran, Semarang berhasil diselamatkan tim gabungan. Petugas juga berusaha menenangkan massa agar tidak main hakim sendiri. Pihaknya juga melakukan pembinaan kepada pedagang nakal tersebut agar tidak mengulangi perbuatannya.
"Sedangkan ayam tiren sitaan langsung dimusnahkan dengan cara tanpa dibakar. Pedagang yang bersangkutan tidak mendapat ganti rugi sebagai bahan pembelajaran."
( Joko Murdowo / CN31 / JBSM )