panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
09 Agustus 2011 | 23:23 wib
DPRD Kecam Tawuran Antar Pelajar di Tegal

Tegal, CyberNews. Tawuran antarpelajar SUPM Negeri dan SUPM Bahari Kota Tegal, yang menyebabkan dua siswa luka parah mendapatkan kecaman dari sejumlah kalangan termasuk DPRD. Pasalnya, tindakan brutal tersebut dinilai telah menciderai bulan suci Ramadan dan mencoreng program Tegal Cerdas yang telah dicanangkan Pemkot Tegal tahun 2011.

Dalam peristiwa tersebut, korban yang luka parah dan terpaksa harus dilarikan ke RSU Mitra Siaga, yaitu Muhamad Irfan M (16) dan M Arief Destiawan (17). Keduanya merupakan siswa dari SUPM Bahari. Saat ditemui di ruang Melati 3 RSU Mitra Keluarga, kondisi mereka cukup memperihatinkan. Mereka juga mengaku tidak tahu persis pemicu tawuran tersebut.

Menurut M Arief Destiawan, pengeroyokan atas dirinya terjadi saat berjalan menuju ke sekolah tepatnya di Jl Sangir. Saat itu, secara tiba-tiba dilempar rokok dan dihadang serta dikeroyok sekitar satu kompi siswa SUPM Negeri. Akibatnya, siswa kelas dua jurusan Nautica tersebut mengalami luka parah dibagian wajah dan belakang kepala.

Sementara itu, Muhamad Irfan M mengaku dikeroyok ketika memasuki pintu gerbang sekolahnya. Saat itu, puluhan siswa dari SUPM Negeri mengamuk dan memukuli siswa lain yang lewat. Akibat kejadian itu, Irfan mengalami luka parah di bagian mata sebelah kanan dan di wajah.

Terkait persoalan tersebut, orang tua Irfan, Rohimah (38) meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut dan memberikan hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pasalnya, dia menilai tindakan brutal tersebut merupakan bentuk pelanggaran pidana.

Sedangkan, sejumlah anggota DPRD Kota Tegal ketika mendengar adanya peristiwa tersebut, mereka mengecam adanya tindakan anarkis yang dilakukan para pelajar. Sebab, selain melanggar aturan, mereka juga telah mencoreng program Tegal Cerdas serta mencederai bulan Suci Ramadan.

Salah seorang anggota DPRD, Stella Emilina SH mengatakan, agar peristiwa tersebut tidak terulang kembali harus ada pembinaan serta sanksi tegas baik dari Pemkot maupun pihak sekolah. Selain itu, bagi korban yang dirawat di rumah sakit, seluruh biayannya ditanggung oleh Pemkot agar tidak memberatkan orang tua siswa.

Hal serupa juga disampaikan anggota DPRD lainnya, Desi Damayanti ST. Menurut dia, adanya tawuran pelajar tersebut sebagai pertanda bahwa pelaksanaan program Tegal Cerdas belum bisa berjalan optimal. Sebab, yang dimaksudkan program Tegal Cerdas tidak sebatas masalah belajar mengajar, tapi juga harus dilakukan pembinaan metal.      
 
Staf Kesiswaan SUPM Negeri Kota Tegal, Muchtar mengatakan, jumlah siswanya yang terlibat dalam tawuran tersebut sebanyak 27 siswa. Mereka berasal dari berbagai jurusan, antara lain Nautica, Teknika, Budidaya dan Pengolahan.

Menurut dia, tentang masalah sanksi pihaknya masih menunggu proses penyelidikan dari aparat kepolisian. Apabila, nanti sudah ada kejelasan tentang jumlah siswa yang melakukan pengeroyokan langsung maka bisa dikenai sanksi berat, termasuk di keluarkan dari sekolah. Sementara itu, Wali Kota H Ikmal Jaya SE Ak mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat ini akan melakukan pembinaan kepada sekolah dan siswa-siswanya yang terlibat tawuran. Upaya tersebut dilakukan agar tidak terulang kembali serta tercipta situasi yang kondusif.

( Wawan Hudiyanto / CN32 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
31 Juli 2014 | 06:08 wib
Dibaca: 14
31 Juli 2014 | 05:55 wib
Dibaca: 125
31 Juli 2014 | 05:42 wib
Dibaca: 146
31 Juli 2014 | 05:30 wib
Dibaca: 130
31 Juli 2014 | 05:17 wib
Dibaca: 143
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER