panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
09 Agustus 2011 | 17:10 wib
Pondok Pesantren Al Iman Bulus Terbakar
.

Purworejo, CyberNews. Kebakaran hebat terjadi di Kabupaten Purworejo, Selasa (9/8) siang sekitar pukul 14.00. Asrama santri putra Pondok Pesantren Al Iman Bulus, Gebang, Purworejo dilalap si jago merah. Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini, tapi kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Selain keseluruhan bangunan atap, jendela, dan pintu yang berubah menjadi arang, kebakaran itu juga mengakibatkan kitab, buku pelajaran, pakaian, serta harta benda lainnya milik para santri ludes terbakar. Kasus kebakaran inipun tengah diselidiki oleh aparat Polres Purworejo.

Musibah kebakaran itu mengakibatkan ratusan santri putra dan putri yang mayoritas santri baru menangis histeris. Mereka tak kuasa menahan kesedihan menyaksikan tempat yang mereka tinggali selama ini dilalap api. Lebih dari itu, kesedihan yang sangat mendalam dirasakan karena kehilangan harta benda.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Iman Bulus KH Sayyid Aqil Hasan Al Ba'bud mengatakan, musibah kebakaran itu baru pertama kali menimpa pesantren yang dipimpinnya.

"Asrama yang terbakar itu bangunan tahun 1993. Saya tidak bisa membayangkan kalau kebakaran ini terjadi pada malam hari. Untung saja dekat pondok ada beji sumber air besar yang bisa digunakan untuk pemadaman api," katanya.

Disebutkan Wan Hasan, musibah itu menjadi keprihatinan keluarga besar pondok Al Iman pada Ramadan 2011 ini. Dia mengaku khawatir dengan nasib para santri yang mendiami asrama tersebut. "Sementara nanti kami harapkan Pemkab bisa membantu mendirikan tenda darurat untuk para santri," katanya.

Ulah Santri

Sejumlah saksi mata melihat langsung kebakaran itu bermula setelah salah satu santri berinisial AF (14) bermain api dengan membakar gantungan baju plastik. Santri yang masih duduk di bangku kelas II MTs itu sudah diingatkan teman-temannya tapi tidak menghiraukan.

Ahmad Nur Huda (14) mengaku, dia melihat langsung AF bermain api tersebut. Tanpa disadari, api itu kemudian menyambar gorden kamar kemudian dengan cepat merembet ke triplek. Dalam waktu cepat api terus membesar dan kemudian melalap pertama kalinya kamar B2.

"Dia main api di bawah, tapi dengan cepat api naik ke atas. Saat kebakaran saya lagi mencuci," ujar saksi lainnya, Ahmad Rifai (13) dengan sesenggukan.

Wan Hasan mengatakan, kemungkinan sebagaimana kesaksian para santri itu bisa saja terjadi. Pasalnya, jumlah santri yang banyak memang terkadang sulit diatur. "Namanya juga orang banyak, jadi tidak mudah mengaturnya. Kemungkinan korsleting listrik juga bisa saja. Kepastiannya biar menunggu penyelidikan aparat kepolisian saja," katanya.

( Nur Kholiq / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
Index Berita
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 12029
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 12737
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 12532
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 14824
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 12117
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER