
Semarang, CyberNews. Komisi B DRPD Jateng mendesak pemerintah provinsi supaya segera menggelar operasi pasar (OP) beras. Hal ini perlu untuk mengantisipasi lonjakan harga beras menjelang hari raya Idul Fitri 1423 / Lebaran 2011.
Anggota Komisi B DPRD Jateng Istajib mengatakan, operasi pasar beras ini perlu digelar secara serentak di berbagai daerah di Provinsi Jateng. Sebab, harga kebutuhan pokok tersebut di sejumlah daerah seperti Kota Semarang, Kabupaten Sragen dan Demak telah naik.
Hasil pantauan Komisi B DPRD Jateng, menurut dia, harga beras sudah naik hingga Rp 700 – Rp 1.200 per kilogramnya. “Bila operasi pasar beras digelar, maka harus dilakukan serentak di berbagai daerah. Kalau tidak, operasi pasar akan percuma lantaran beras di satu daerah dibawa lari ke tempat lain,” katanya, Senin (8/8).
Menurut dia, sejak awal puasa hingga kini, harga beras terus merangkak naik. Kondisi demikian harus diantisipasi karena mendekati Lebaran, harga beras tersebut diprediksikan bakal terus mengalami kenaikan. Karena itu, operasi pasar beras dinilai mendesak dilaksanakan.
Dia menjelaskan, harga beras jenis C4 yang semula berkisar Rp 7.000/ kilogram sudah naik menjadi Rp 8.000/ kilogramnya. Harga ini diperkirakan bakal sulit turun mendekati Lebaran nantinya. Sebab, selain permintaan konsumen naik, banyak beras asal Jateng yang didistribusikan ke Jakarta.
Istajib menegaskan, operasi pasar di Jateng perlu diimbangi dengan pula dengan OP serupa di pasar induk beras di Cipinang, DKI Jakarta. Sebab, pasar induk tersebut merupakan pusat distribusi beras yang tergolong besar di Indonesia.
Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD Jateng Yahya Haryoko menuturkan hal serupa. Harga beras di sejumlah daerah mengalami kenaikan. Menurutnya, prosedur menggelar operasi pasar ini memang agak rumit.
Sebab, hal ini membutuhkan perizinan hingga ke pemerintah pusat. Terlebih lagi, sesuai aturan operasi pasar dapat digelar bila kenaikan kebutuhan pokok seperti beras mencapai 15 persen atau lebih.
( Royce Wijaya / CN26 / JBSM )