
Jakarta, CyberNews. Nilai tukar mata uang dipengaruhi secara positif dari usaha Amerika Serikat untuk menghindari default (gagal bayar) utang, hal itu menyebabkan rupiah jatuh 20 poin.
Kurs nilai rupiah pada Rabu (3/8) pagi antarbank Jakarta melemah 20 poin terhadap dolar AS menjadi 8.485 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya senilai 8.465.
"Euforia itu mendorong mata uang dolar AS terhadap mata uang dunia lainnya termasuk rupiah," kata Analis Milenium Danatama Sekuritas Ahmad Riyadi di Jakarta.
Ia menambahkan, kesepakatan di AS mendorong dolar AS menguat, sehingga pelaku pasar menjadikan alasan itu untuk melakukan profit taking di pasar uang.
Ia menambahkan, kesepakatan pencegahan default utang AS dianggap positif oleh beberapa pelaku pasar uang sehingga mata uang dolar AS kembali menguat meski masih salam kisaran terbatas.
"Pelemahan rupiah hari ini tidak signifikan karena masih didukung fundamental ekonomi Indonesia yang masih cukup kuat. Jika terkoreksi, wajar karena sebelumnya rupiah telah menguat cukup signifikan," katanya.
( Ant , Rifki / CN34 )