
Jakarta, CyberNews. Ribuan massa Front Pembela Islam (FPI) memenuhi ruas Jalan Medan Merdeka Barat hingga halaman Istana Merdeka, Sabtu (30/7). Aksi itu mereka lakukan sebagai bentuk tuntutan kepada pemerintahan SBY agar memastikan suasana Ramadan berjalan kondusif.
"Bulan Ramadan segera tiba. Kami minta Presiden memuliakan Ramdan," ungkap salah satu orator yang juga juru bicara FPI, Munarman, di sela-sela aksi.
Dengan berpakaian serba putih, massa datang dengan memakai segala macam atribut bendera serta spanduk berisikan tuntutan. Mereka datang memakai bus, mobil, hingga motor, bahkan tak sedikit dari mereka, yang membawa serta keluarganya. Bunyi takbir berkali-kali bersahutan meramaikan orasi. "Kami Indonesia bukan negara Islam. Tapi bukan juga negara setan" tulis salah satu spanduk.
Selain memuliakan Ramadan, SBY juga diminta menerapkan sejumlah kebijakan nyata yang mendukung suasana Ramadan. Rencananya, FPI akan menyampaikan surat langsung kepada SBY berisikan semua tuntutan.
"Terapkan hari libur di sekolah-sekolah dan ganti dengan pesantren Ramadan, tutup tempat-tempat hiburan, larang penayangan TV yang tidak mendidik serta menodai makna Ramadan, Allahu Akbar," teriak orator memberikan semangat.
Selain menyinggng kebijakan selama Ramadan, FPI juga kembali menekankan pemerintah untuk membubarkan Ahmadiyah serta menghentikan penangkapan anak bangsa atas nama pemberantasan terorisme. "Islam bukan teroris, Jangan samakan Islam dengan teroris. Tegakkan islam di Indonesia," tandas Munarman.
Aksi ditutup doa bersama agar umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik.
( MIOL / CN26 )