panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
30 Juli 2011 | 07:34 wib
Kudus Tempo Dulu Divisualisasikan Kirab Dhandhangan
.

Kudus, CyberNews. Seting Kudus tempo dulu akan menghiasai kirab Dhandhangan yang berlangsung pada hari ini. Tidak hanya itu, prosesi yang berlangsung khidmad tersebut memang benar - benar dirancang oleh tim kreatif yang terdiri dari seniman budayawan Kudus semirip dengan saat era Islam masuk Kudus. Sekaligus masyarakat dapat mengerti asal muasal Dhandhangan yang syarat dengan nilai-nilai Islam.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kabupaten Kudus, Hadi Sucipto melalui Kepala Seksi Promosi Pariwisata, Mutrikah disela-sela persiapan visualisais Dhandhangan mengatakan, seperti yang telah disampaikan sebelumnya pihaknya tetap mengedepankan aspek budaya sehingga dikemas sedemikaian rupa sehingga mirip Kudus tempo dulu.

"Dalam prosesi ini setidaknya kami melibatkan 750 orang lebih personil yang terdiri dari pelajar, masyarakat serta unsur lainnya, lengkap denga proeprti tradisional," katanya.

Salah satu gambaran Kudus temop dulu yang menceritakan awal Ramadhan dimulai terkait dengan tradisi Dhandhangan adalah, diawali dengan suasana kesibukan mempersiapkan ibadah menyambut datangnya Ramadhan.

"Teatrikal diawali dengan datangnya among - among pembawa sesaji.Namun ketika rombongan tersebut berdoa justru diganggu oleh roh jahat," katanya. Tak lama roh dengan nur sejati menghampiri mereka di tengah among - among seraya melindungi mereka.

"Dan kemudian datang para peziarah ke makam leluhur. Mereka membersihkan perkuburan yang lalu meneruskan dengan memanjatkan doa - doa," jelasnya. Hal tersebut merupakan salah satu bagian tradisi yang dilakukan saat menjelang Ramadhan dan hingga saat ini masih berlangsung.

"Teatrikal tersebut nantinya anak disajikan secara lengkap dan di skenario sedemikian rupa sehingga sama persis seperti pada awal Ramadhan di saat tempo dulu," katanya.

Kemudian tak lupa dalah visualisasi digambarkan pada jaman Syeh Jakfar Shodiq salah satu wali songo penyebar agama Islam di Jawa, setiap menjelang bulan puasa, ratusan santri Sunan Kudus berkumpul di Masjid Menara guna menunggu pengumuman awal puasa. Setelah berjamaah salat ashar, Sunan Kudus langsung mengumumkan awal puasa, dan dilanjutkan dengan pemukulan beduk yang berbunyi dang-dang-dang.

"Berawal dari suara dang-dang, setiap menjelang puasa, masyarakat Kudus mengadakan tradisi Dhandhangan," katanya. Tidak ketinggalan divisualisasikan juga munculnya maskot gadis-gadis Kudus Kulon atau tepatnya di Desa Langgar Dalem, Kecamatan Kota Kudus.

"Diceritakan juga, perempuan-perempuan tempo dulu itu hanya bisa menyaksikan dunia luar dari balik jeruji jendela kamar pingitan mereka, tetapi saat menyambut dandangan, para orang tua si gadis memperbolehkan anak perempuan mereka bermain sepuas hati di lokasi tersebut," terangnya.

Disingungsoal tujuan dari itu semua adalah mengenalkan kembali bagaimana secara Dhandhanghan tersebut agar mudah dimengerti, sebab selama ini belum banyak diketahui dengan jelas. "Diharapkan dengan visualisasi ini sejarah Kudus tentang Dhandhangan tidak luntur oleh perkembangan jaman," tandasnya.

( Ruli Aditio / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
Index Berita
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 2837
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 3019
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 2842
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 3820
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 2797
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
05 September 2014 | 23:15 wib
02 September 2014 | 12:53 wib
05 September 2014 | 23:45 wib
05 September 2014 | 23:30 wib
FOOTER