
Wonogiri, CyberNews. Tabung elpiji bersubsidi 3 kg dari wilayah eks Karesidenan Madiun (Jatim) ditemukan telah beredar wilayah Kabupaten Wonogiri. Hal itu diketahui dari segel berwarna putih pada tabung gas. Padahal, segel tabung gas bersubsidi untuk Wonogiri berwarna cokelat.
Temuan itu diperoleh tim gabungan Disperindagkop dan UMKM Wonogiri, Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas), dan Pertamina Gasdom III Jateng DIY, saat menggelar sidak pengawasan barang kebutuhan pokok menjelang puasa, baru-baru ini.
"Kami menemukan tabung elpiji dari Jatim yang masuk ke Wonogiri. Sebuah tabung elpiji dari Kecamatan Kismantoro kami ambil sebagai bukti dan sampel," kata Koordinator tim gabungan, Supardi.
Dia mengungkapkan, tabung elpiji asal Jatim juga banyak terdapat pada kecamatan lain di wilayah timur Wonogiri. Yakni di Kecamatan Purwantoro, Bulukerto, Puhpelem, dan Slogohimo.
"Delapan bulan lalu, pernah ditangkap satu truk elpiji asal Jatim di Kecamatan Purwantoro. Sekarang kami menemukan lagi di kecamatan-kecamatan yang berbatasan dengan Jatim," ujarnya.
Langgar Peraturan
Tabung elpiji asal Jatim tersebut melanggar peraturan, karena tidak sesuai dengan wilayah distribusinya. Oleh karena itu, pihaknya melaporkan hasil temuan sidak tersebut kepada Pertamina. Tujuannya agar Pertamina menindak pihak-pihak yang melanggar.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Jatim. Tabung itu dipastikan berasal dari eks Karesidenan Madiun. Kami sudah melaporkan ke Pertamina agar jangan sampai produk itu masuk Wonogiri lagi," katanya.
Sementara itu, sidak barang kebutuhan pokok oleh tim gabungan Pemkab Wonogiri selama sepakan ini menghasilkan beberapa temuan lain. Yakni masih beredarnya makanan kedaluarsa dan makanan dengan kemasan rusak.
Makanan kedaluarsa itu berupa sirup, susu kaleng, kecap, saus tomat, biskuit bayi, minuman saset, selai, sarden, minuman suplemen, hingga roti tawar. Beberapa makanan kedaluarsa itu ditemukan di Kecamatan Slogohimo, Girimarto, Tirtomoyo, Purwantoro, Ngadirojo, dan Baturetno.
Pihaknya hanya berperan memberi arahan dan pembinaan. Dia meminta kepada pemilik toko agar mengembalikan makanan kadaluarsa yang lain kepada pabrik atau distributornya. Hal itu untuk mengantisipasi beredarnya makanan kedaluarsa menjelang bulan puasa dan lebaran.
( Khalid Yogi / CN26 / JBSM )