panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
19 Juli 2011 | 22:27 wib
Dimasukkan di Kardus Bekas
BKP Gagalkan Penyelundupan 27 Anak Buaya Kalimantan
image

ANAK BUAYA: Puluhan ekor anak buaya buaya Kalimantan (Crocodylus Raninus) diamankan petugas BKP Kelas I Semarang. (SM CyberNews/ Leonardo Agung B)

Semarang, CyberNews. Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Semarang berhasil menggagalkan penyelundupan 27 ekor anak buaya Kalimantan (Crocodylus Raninus) berusia 1 bulan oleh seorang penumpang kapal KM Dharma Kencana II tujuan Kumai Kalimantan Tengah-Semarang di Pelabuhan Tanjung Emas pada Jumat (15/7).

Dua puluh tujuh ekor anak buaya yang tidak dilengkapi dengan sertifikat kesehatan hewan karantina dari daerah asal serta SATS DN/CITES tersebut diselundupkan dengan cara dimasukkan ke dalam kardus bekas untuk mengelabui petugas.

Kasi Karantina Hewan BKP Kelas I Semarang, Heli Alfianto, Selasa (19/7) mengatakan, keberhasilan mengungkap penyelundupan anak buaya Kalimantan tersebut berkat pengawasan yang cermat dari Petugas Teknis Karantina Hewan BKP Kelas I Semarang terhadap penumpang kapal KM Dharma Kencana II yang masuk Pelabuhan Tanjung Emas pada Jumat lalu.

"Pada saat para penumpang turun, petugas mencurigai barang bawaan salah seorang penumpang kapal dalam bentuk kardus bekas yang diberi banyak lubang. Ketika kami periksa, ternyata di dalamnya terdapat 27 ekor anak buaya Kalimantan yang tidak dilengkapi dengan sertifikat kesehatan hewan karantina dari daerah asal serta SATS DN/CITES," kata Heli Alfianto.

Namun saat penumpang tersebut akan dibawa ke kantor BKP, sang kurir berhasil kabur. "Berdasarkan UU Nomor 16 Tahun 1992 pasal 5, pasal 6 dan pasal 7 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, setiap media pembawa hama dan penyakit hewan karantina (HPHK) yang dibawa atau dikirim dari suatu area ke area lain di dalam wilayah Negara Republik Indonesia wajib dilengkapi sertifikat kesehatan hewan dari daerah asal," jelas Heli Afianto didampingi Koordinator Fungsional BKP Kelas I Semarang, drh Rr Isti Marquerita.

Sebagai upaya konservasi, ke-27 ekor anak buaya tersebut kemudian diserahkan ke lembaga eks situ Kebun Raya Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta pada Selasa (19/7) setelah terlebih dulu dilakukan pemeriksaan klinis oleh dokter hewan BKP Kelas I Semarang. "Anak-anak buaya tersebut dikirim dengan menggunakan perjalanan darat dengan pengawasan dokter hewan kami, dr Wisnu Sutomo. Kami mengirim kesana karena lembaga eks situ tersebut merupakan instansi yang telah ditetapkan oleh Kementrian Kehutanan," terangnya.

Diungkapkannya, ke-27 ekor anak buaya tersebut diduga hendak dijual sebagai hewan peliharaan kepada kolektor hewan. "Menurut informasi di pasaran, satu ekor anak buaya ini senilai dengan Rp 2,5 juta," pungkasnya.

( Leonardo Agung / CN27 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 11697
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 12371
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 12169
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 14446
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 11777
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER