
Semarang, CyberNews. Dituding menyerobot penumpang dan rebutan trayek, seorang kernet mini bus dikeroyok hingga mengalami luka-luka di perut dan pergelangan tangan. Pertikaian yang semestinya tidak perlu terjadi tersebut berlangsung di perempatan Puri Anjasmoro, Semarang Barat, Selasa (19/7) sekitar pukul 07.30.
Tak terima diperlakukan semena-mena, korban pun melaporkan kasus yang menimpanya ke Polrestabes Semarang. Korban bernama Sumartoyo (32) warga Karangbendo RT 5 RW 1, Karangrejo. Dia adalah kerenet mini bus PO Wahyu Abadi. Dia dikeroyok oleh sopir dan kernet dari perusahaan mini bus lain.
Kepada petugas Sentra Kepolisian Polrestabes (SPK), korban yang didampingi sopir bus, Sawilan (51), mengatakan, kejadian bermula saat mereka keluar dari pangkalan untuk mencari penumpang, sekitar pukul 07.30. Bus yang dikendarainya mempunyai trayek Mangkang-Terboyo.
Saat melaju di Jalan Arteri Yos Sudarso, tepatnya di dekat pelabuhan Tanjung Emas, mereka bertemu dengan bus Rafila. Keduanya mempunyai jurusan yang sama yakni Terboyo-Mangkang, namun dengan jalur tempuh berbeda.
"Memang seharusnya tidak melintas di Jalan Arteri. Namun karena salah satu jalur yang seharusnya dilewati sedang dalam perbaikan, maka saya mengambil jalur arteri Yos Sudarso," kata Sawilan.
Hal yang sama ternyata juga dilakukan oleh bus Rafila. Lantaran jalur arteri yang dilewati banyak penumpang, dikiranya Sawilan dan korban main serobot trayek dan penumpang.
Di sepanjang Jalan Arteri, kedua bus ini kejar-kejaran. Satu sama lain tidak mau mengalah. Hingga puncaknya, di perempatan Puri Anjasmoro, bus yang dikendarai Sawilan berhenti untuk mengambil penumpang. "Saat berhenti menunggu penumpang naik, tiba-tiba bus Rafila berhenti melintang di depan bus saya. Saya bingung dan saya biarkan saja," kata dia.
Sopir bus Rafila yang diketahui bernama Halim turun dan kernetnya turun menghampiri bus Wahyu Abadi. Keduanya lantas memaki-maki Sumartoyo. Terjadilah adu mulut dan sejurus kemudian, Sumartoyo dicengkiwing lalu ditendang oleh Halim.
Bahkan uang setoran dari penumpang sebesar Rp 50 ribu yang dibawa Sumartoyo dirampas oleh Halim dan kernetnya. Setelah itu kedua orang itu meninggalkan lokasi. Sawilan tidan terima. Dia kemudian mengantar Sumartoyo ke RSUP dokter Kariadi untuk membuat visum, sebelum akhirnya melaporkan kejadian pengeroyokan dan perampasan itu ke Polrestabes Semarang.
( Fahmi Z Mardizansyah / CN26 / JBSM )