
Yogyakarta, CyberNews. Standarisasi dalam era perdagangan bebas semakin memainkan peran yang sangat penting. Dalam perdagangan bebas, standarisasi menjadi instrumen yang dapat mendukung sekaligus mengendalikan pasar serta perilaku pasar.
Meski begitu, masih banyak permasalahan terkait dengan standarisasi muncul sejalan dengan meningkatnya dinamika perdagangan. Oleh karena itu, proses pengembangan standardisasi harus mendapat dukungan hasil kajian ilmiah yang selalu berpijak pada landasan konkret yang dapat dipertanggungjawabkan.
Demikian pernyataan Deputi Bidang Penelitian dan Kerja Sama Standarisasi, Ir TAR Hanafiah MSc, menyampaikan sambutan Kepala BSN (Badan Standardisasi Nasional) saat membuka acara Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Standardisasi (PPIS) hasil kerja sama BSN dan UGM.
Dikatakan, bahwa berbagai penyediaan sarana dirasakan penting, karena kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang standarisasi tidak hanya dilakukan di lingkungan BSN, tetapi juga oleh pihak lain yang memperhatikan masalah standardisasi.
"Karenanya forum PPIS merupakan salah satu sarana yang digunakan untuk tujuan tersebut dan tema kali ini "Perkembangan Hasil Penelitian dan Pengembangan dan Standarisasi Efisiensi Energi." Seperti diketahui, bahwa energi merupakan salah satu sumberdaya yang digunakan oleh perusahaan atau organisasi dalam memproduksi barang," katanya di University Club (UC) UGM.
Data menyebutkan, energi yang dikonsumsi oleh industri, rumah tangga, komersial, transportasi dan lainnya semakin tahun terus meningkat. Meningkatnya kebutuhan energi itu harus diimbangi juga dengan jaminan ketersediaan sumber energi itu sendiri.
Selain itu, faktor kualitas, kesehatan, keamanan, keselamatan, dan lingkungan yang saat ini menjadi kekhawatiran dunia juga harus diperhatikan. Salah satunya dengan penggunaan standar yang terkait energi dan lingkungan.
"Salah satunya adalah ISO 50001 yang baru diluncurkan bulan Juni yang lalu. Penerapan sistem manajemen ISO 50001 setidaknya akan menghasilkan beberapa keuntungan, antara lain, finansial dan lingkungan," terangnya.
( Bambang Unjianto / CN31 / JBSM )