
Jakarta, CyberNews. Jika besaran kompensasi sebagai hak atasnya tak dibayarkan, sesuai yang tertera dalam kontrak tak dipenuhi PSSI, mantan pelatih timnas asal Austria, Alfred Riedl, terpaksa akan mengadu kepada Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA).
Riedl mengatakan, dirinya menyimpan surat perjanjian kontrak dengan PSSI yang ditandatangani Nirwan Bakrie selaku Wakil Ketua Umum PSSI dan Sekjen PSSI Nugraha Besoes dengan stempel PSSI. Ia pun mengatakan, surat tersebut tengah disimpan di sebuah bank.
"(Mengadu kepada) FIFA tentu saja menjadi opsi terakhir. Hal itu juga disebutkan dalam kontrak. Anda pergi mengadu kepada FIFA jika tidak menemukan kata sepakat," kata Riedl dalam jumpa persnya di pusat perbelanjaan kawasan Senayan, Jakarta, kemarin (15/7).
Riedl dipecat dari jabatan pelatih timnas Indonesia oleh kepengurusan baru PSSI yang dipimpin Djohar Arifin Husin, Rabu lalu.
PSSI beralasan, selain tak menemukan surat kontrak Riedl di kantor sekretariat PSSI, PSSI juga menilai kontrak Riedl hanya disepakati dengan Nirwan selaku pribadi, bukan dengan organisasi PSSI.
"Sepanjang menjadi pelatih, saya tidak pernah menjalin kontrak dengan perusahaan swasta atau pribadi karena jika hal itu saya lakukan, saya tidak dapat mengadu ke FIFA apabila ada masalah," kilahnya.
Ia menilai, pemecatan yang dia alami di Indonesia sangat aneh. Pasalnya, ia tidak diberi tahu langsung perihal pemecatan dirinya itu, dan mengetahui berita itu lewat media. "Anda bisa merekrut seseorang dan memecat seseorang, tetapi seharusnya itu dilakukan secara pantas," sesalnya.