
Jakarta, CyberNews. Pasca Muktamar VII yang mengantarkan Suryadharma Alie kembali menjadi ketua umum, kondisi internal PPP kembali mulai memanas. Kali ini bukan posisi ketua umum, namun perebutan posisi Sekjen yang menjadi pusat perhatian para kader partai berlambang Kabah tersebut.
Sampai saat ini, sudah ada empat nama yang digadang-gadang akan mendampingi SDA, yakni Emron Pangkapi, Romahurmuzziy, Hazrul Azwar, dan Irgan Chairul Mahfiz. Dalam perkembangan terakhir, dua nama yang makin menguat adalah Emron Pangkapi dan Romahurmuzziy.
Mantan Wakil Bendahara Umum DPP PPP, Machmud Yunus mengungkapkan, secara fatsun politik yang selama ini berlaku di internal partai, ketua umum terpilih harus memperhatikan perwakilan dari kubu-kubu yang ada di PPP, seperti Parmusi dan NU.
Jika melihat kedua nama yang mencuat, maka keduanya telah mewakili kubu dalam PPP; Romy mewakili NU dan Emron sebagai wakil Parmusi.
"Jika melihat fatsun politik selama ini, maka yang berpeluang tentu Emron Pangkapi. Sebab, ketua umum terpilih yakni SDA sudah mewakili unsur NU di PPP," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (12/7).
Kendati demikian, Bendahara Fraksi PPP DPR ini menyatakan, fatsun politik tersebut bisa saja diabaikan oleh ketua umum terpilih. Hal ini mungkin jika saja SDA menghendaki adanya perubahan dalam tubuh PPP dengan menghilangkan paradigma pengkubuan yang selama ini melekat di PPP.
"Yang pasti, keduanya kader muda terbaik yang dimiliki PPP. Ketua umum dibantu formatur yang ditetapkan muktamirin tentu akan memilih kader terbaik untuk bekerja sama memimpin partai kedepan," tandas Machmud Yunus.
( Wisnu Wijanarko / CN33 / JBSM )