
Solo, CyberNews. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Surakarta akan memperketat pengawasan barang, terutama produk makanan dan minuman yang beredar di pasaran. Dikhawatirkan, peredaran produk kadaluwarsa meningkat pada bulan puasa mendatang.
Kepala Bidang Pengawasan dan Perlindungan Konsumen (PPK) Disperindag Ida Susilawati mengemukakan, oknum tidak bertanggung jawab sering memanfaatkan kebutuhan masyarakat yang tinggi untuk mengeluarkan dagangannya yang sudah lewat batas masa pakai. Karena itu, frekuensi pengawasan ke lapangan akan ditambah.
"Pada bulan biasa, kami melakukan inspeksi mendadak secara rutin lima kali setiap bulan. Namun, pada bulan puasa akan ditambah menjadi tujuh kali," kata dia saat dijumpai di ruang kerjanya, Selasa (12/7).
Pengawasan tidak hanya dilakukan di pasar tradisional. Melainkan lebih menyeluruh sampai ke mal, mini market, swalayan, hingga distributor.
Pihaknya akan menggandeng sejumlah dinas terkait seperti Dinas Kesehatan Kota (DKK), Badan Ketahanan Pangan, serta Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) dalam upaya tersebut.
Produk makanan kadaluwarsa yang paling diwaspadai beredar bebas adalah berupa makanan kaleng atau makanan beku. Kedua jenis produk ini tidak jarang dimasukkan dalam bingkisan berupa parsel, sehingga beberapa pelanggan kadang terkecoh.
"Toko-toko yang beberapa kali sudah kedapatan menjual barang rusak atau kadaluwarsa pada pengawasan lalu, tentu akan kami datangi lagi. Apabila masih ditemukan produk tidak layak itu, surat peringatan akan dikirimkan," imbuhnya.
Sayang, sanksi yang diberikan baru sebatas peringatan. Pihaknya saat ini masih fokus pada pembinaan pelaku usaha. Nantinya, pihaknya sudah mengarah agar setiap pelanggaran bisa diberikan sanksi.
( Astuti Paramita / CN33 / JBSM )