
Solo, CyberNews. Para komunitas yang beraktivitas di Gedung Kesenian Sriwedari (GKS) mulai resah. Mereka diminta untuk menghentikan kegiatan dalam bentuk apapun, lantaran gedung tersebut akan dibongkar.
Komunitas Pengajian Gugahati, salah satu kelompok di tempat itu mengaku sedih atas terbitnya surat pengosongan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). Surat yang ditandatangani Kepala Disbudpar Purnomo Subagyo itu diterima pada 21 Juni lalu. Isinya, bekas gedung Bioskop Solo itu harus dikosongkan dan tidak boleh dibuat aktivitas lagi.
Melihat kenyataan seperti itu, mereka menuntut kepada Pemkot agar menyediakan lokasi lain yang dapat digunakan sebagai tempat pengajian. Tuntutan yang dilakukan dibuat sehalus mungkin dengan cara mengggelar doa bersama yang bertema “Menggugah Hati Pak Jokowi”. Mereka tampak khusyu’ dalam berdoa. Bahkan, beberapa di antaranya ada yang meneteskan air mata.
“Semoga hari ini, bukan merupakan hari terakhir pengajian bagi kami. Kami berharap, panggon ganti, Gugahati tetep ngaji (Tempat pindah, Gugahati tetap mengaji-red). Kami ingin mengetuk hati Pak Jokowi agar memberikan tempat terbaik untuk meneruskan pengajian,” kata Koordinator Komunitas Pengajian Gugahati, MH Qoyim, Kamis (7/7).
Menurut dia, kelompok tersebut sudah berdiri sejak Februari 2010 lalu. Kala itu, anggotanya hanya delapan orang. Namun, kini jumlahnya telah mencapai seratusan jamaah dengan berbagai latar belakang. Di antaranya, penjual buku, penjahit, penjual makanan/minuman, seniman dan biro iklan.
“Karena jamaah warga sekitar Sriwedari, kami berharap kepada Pak Jokowi untuk mencarikan tempat tak jauh dari sini. Kalau diperbolehkan, kami akan menempati di Lobi Gedung Wayang Orang atau Joglo,” terangnya.
Dia menambahkan, meski pengajian yang dijalani hanya sebulan sekali, tapi itu sangat penting dilakukan untuk membekali jiwa dan rohani dalam ilmu-ilmu Islam.
( Arif M Iqbal / CN32 / JBSM )