panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
03 Juli 2011 | 16:33 wib
Kemacetan Jalan Purworejo-Yogya Memuncak

Purworejo, CyberNews. Proses perbaikan jembatan di Desa Popongan Kecamatan Banyuurip Purworejo yang tak kunjung selesai berdampak serius terhadap arus lalu lintas di jalan Purworejo-Yogya. Jalan yang ada hanya bisa dilalui satu arah dengan sistem buka tutup.

Akibatnya, kemacetan tak terhindarkan dan kondisinya semakin memuncak pada musim liburan sekolah seperti sekarang ini. Dari pantauan, kemacetan di sepanjang jalan itu tidak kurang dari 5 KM ke arah timur dan barat. Kendaraan dari kedua arah itu harus bergantian saat akan melewati jalan satu ruas di jembatan Popongan yang sedang dibangun.

Aparat kepolisian yang bertugas sempat kewalahan dalam mengatur arus lalu lintas. Terutama karena banyak kendaraan roda dua yang tidak sabar antre dan nekad masuk membuat kemacetan semakin parah.

Warga sekitar secara sukarela membantu petugas kepolisian untuk mengatur arus. Meski demikian, kemacetan tetap saja terjadi. "Macetnya semakin parah sejak liburan sekolah. Banyak kendaraan luar kota dari arah barat yang berwisata ke Yogya melewati jalur ini," ujar Eko (30), salah satu warga.

Lebih lanjut disebutkan, proses pembangunan jembatan itu sudah berlangsung sejak tiga bulan lalu, namun kemacetan baru terjadi pada musim liburan ini.  Kemacetan sering diperparah dengan kendaraan yang tidak sabar, terutama bus yang sering menyerobot jalur kanan. “Sering kali bus langsung mengambil jalur kanan mendahului antrean sehingga sering terjebak di tengah,” katanya.

Saling serobot jalur ini seringkali diikuti kendaraan di belakangnya sehingga sering terjadi macet total. Warga yang membantu mengatur lalu lintas dengan memasang portal buka tutup, sering kali kedodoran, sehingga semakin memperparah kemacetan.

Salah satu warga yang melintas, Sudaryanto (38) menyesalkan tidak adanya jalur alternatif yang disediakan untuk menghindari kemacetan. "Semestinya, baik dari arah barat maupun timur ada tanda-tanda adanya titik kemacetan ini disertai panduan jalur alternatif, sehingga tidak macet seperti ini," katanya.

Para pengguna jalan dan warga berharap pembangunan jembatan itu bisa dikebut supaya bisa segera selesai. Pasalnya, jalur itu menjadi akses utama menuju Yogyakarta. Meskipun sebenarnya ada jalur alternatif melalui jalan Daendels, tapi para pengguna jalan dari luar kota banyak yang tidak tahu lantaran tidak ada rambu-rambu penunjuk.

( Nur Kholiq / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 216707
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 234782
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 235761
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 254864
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 236809
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER