
New York, CyberNews. Persediaan minyak mentah di Amerika Serikat kian menurun, bahkan hampir jatuh. Padahal, harga minyak dunia kembali fluktuatif.
Dalam penutupan perdagangan New York, Amerika Serikat (AS), Rabu (29/6) kemarin, harga minyak kembali naik setelah pemungutan suara di parlemen Yunani mengurangi kekhawatiran pasar tentang "default" (gagal bayar).
Kenaikan Rabu muncul setelah anggota parlemen Yunani menyetujui rencana penghematan tidak populer yang diminta kreditor internasional, menunda ancaman default yang bisa berpengaruh ke seluruh zona euro.
Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus, ditutup pada 94,77 dolar AS per barel atau melonjak $1,88 dolar. Sementara di London, Inggris, minyak mentah Brent North Sea untuk Agustus ditutup pada $112,40 dolar AS atau melompat $3,62 dolar di Intercontinental Exchange.
Secara terpisah, Departemen Energi AS mengatakan persediaan minyak mentah AS turun sebesar 4,4 juta barel minggu lalu, melebihi ekspektasi analis yang disurvei oleh Dow Jones Newswires, yang memperkirakan penurunan 1,6 juta barel. "Laporan persediaan sangat bullish," kata John Kilduff, seorang rekana di Again Capital.
Penurunan persediaan minyak di Amerika Serikat, ekonomi terbesar dunia, menunjukkan bahwa permintaan AS untuk energi tetap sehat.
( Ant / CN27 )