
Sukohrjo, CyberNews. Komisi I DPRD Sukoharjo menyoroti lemahnya kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam melakukan monitoring pada pelaksanaan anggaran bantuan sosial dan bantuan keuangan.
Kesimpulan itu terungkap dalam rapat laporan pertanggung jawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2010 di gedung DPRD Sukoharjo, kemarin (28/6).
Menurut Angota Komisi I, Indra Gunawan, kesimpulan dalam rapat Komisi I bersama SKPD soal LKPj anggaran 2010 itu, masih ditemukan beberapa masalah. Seperti, masih lemahnya SKPD dalam melakukan monitoring pada pelaksanaan anggaran bantuan sosial dan bantuan keuangan tersebut. "Tidak hanya monotoring, tapi evaluasi juga lemah. Hal semacam ini fatal,” terangnya usai rapat di gedung DPRD.
Indra melanjutkan, dari catatan SKPD yang melakukan pelanggaran dalam hal monitoring, salah satunya kesalahan saat pembangunan jalan yang dilakukan empat kontraktor oleh Dinas Pekerja Umum (DPU). Pasalnya terjadi pelanggaran terkait kekurangan kadar aspal yang tidak sesuai dengan kontrak. "Dan itu, tidak semua penyedia jasa melakukan perbaikan sesuai yang diperintahkan."
Anggota Komisi I lainya Sunardi mengatakan, tidak hanya kesalahan terkait kekurangan kadar aspal tidak sesui dengan kontrak. Ada permasalahan lainya yaitu berkaitan dengan adanya Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) tentang penerimaan bantuan sosial dan bantuan keuangan belum menyampaikan laporan penggunaan bantuan sebesar Rp 5.836.697.796 ke dalam rekening Dinas Pendapatan Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD).
"Dalam hal ini, Inspektorat harus lebih proaktif dan jeli melakukan pengawasan terhadap SKPD terkait," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Inspektorat Joko Triyono mengungkapkan, soal kinerja Inspektorat dalam melakukan pengawasan sudah dilakukan. Akan tetapi masih banyak kekurangan dan itu bisa difahami. Kemudian soal masalah pelangaran yang dilakukan empat kontraktor dia enggan berspekuliasi. "Kalau terkait itu kita harus koordinasikan dengan dinas terkait dulu," ungkap dia.
( Asep Abdullah / CN32 / JBSM )