panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
29 Juni 2011 | 12:11 wib
Wisatawan ke Karimunjawa Membludak

Jepara, CyberNews. Selama masa liburan sekolah tahun ini, para wisatawan menyerbu Karimunjawa sebagai tempat berlibur. Banyaknya wisatawan yang datang itu membuat tempat-tempat penginapan tak mampu menampung, sehingga rumah-rumah warga pun dibuka untuk sekadar berteduh.

Selain itu jadwal keberangkatan pelayaran dari Jepara ke Karimunjawa atau sebaliknya juga menjadi tidak menentu. Pelayaran Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Muria, yang mestinya mengangkut penumpang dari Karimunjawa ke Jepara mulai pukul 08.00, mundur hingga pukul 10.45. "Kapal berangkat terlambat karena penumpukan penumpang di pelabuhan," kata Camat Karimunjawa Nuryanto, Rabu (29/6) siang.

Karena penumpang tak tertampung di KMP Muria yang hanya berkapasitas 250-an orang, ratusan sisanya lagi terpaksa mencarter perahu nelayan. Kondisi itu sebenarnya tidak dibenarkan, namun karena darurat, terpaksa ditempuh penumpang. Para wisatawan itu, kata Muslihan, salah seorang warga setempat, sudah datang menganter di kapal sejak pukul 05.00.

"Mereka mungkin khawatir tidak terangkut, sehingga berkemas dari penginapan tiga jam sebelum keberangkatan kapal," kata Muslihan.

Camat Nuryanto menjelaskan, di masa seperti ini, infrastruktur transportasi Jepara-Karimunjawa memang menjadi kendala serius. Ini belum termasuk infrastruktur di Karimunjawa sendiri. Dalam beberapa hari ini misalnya, para wisatawan mancanegara kehabisan uang rupiah saat di Karimunjawa.

Mereka mengantongi mata uang negaranya (kebanyakan dolas AS), namun tidak bisa menukarkannya. Selain itu mereka juga tidak bisa mencairkan uang, misalnya di anjungan tunai mandiri (ATM). Untuk penginapan, kata Nuryanto, juga tidak bisa menampung wisatawan yang kebanyakan para remaja.

Di Karimunjawa ada hotel kelas melati enam unit, ditambah tiga penginapan di resor. Sisanya, sebanyak 39 adalah homestay. Sudah hamper dua pekan ini, tempat-tempat penginapan itu tak bisa lagi menerima pengunjung, hingga akhirnya banyak rumah-rumah penduduk yang mendadak disewakan sebagai tempat penginapan mereka.

( Muhammadun Sanomae / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Mei 2012 | 22:08 wib
Dibaca: 14
26 Mei 2012 | 21:54 wib
Dibaca: 88
26 Mei 2012 | 21:42 wib
Dibaca: 184
26 Mei 2012 | 21:30 wib
Dibaca: 117
26 Mei 2012 | 21:19 wib
Dibaca: 173
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER