
Jakarta, CyberNews. Impor Raw Sugar (gula mentah) produksi petani asing jelas menghambat swasembada gula nasional dan merugikan petani tebu dalam negeri. Oleh karenanya, Koordinator Nasional LSM Protanikita memandang perlunya dilakukan audit alokasi impor raw sugar tersebut.
Bonang di Jakarta, Sabtu (25/6), menyebutkan, terlalu banyaknya jumlah perusahaan importir mengancam produsen lokal, seperti Industri Gula Nusantara yang mampu memproduksi 100.000 ton gula, PT Perkebunan Nusantara IX dengan produksi 12.600 ton, PT. Perkebunan Nusantara XI 22.800 ton, dan PT Kebon Agung 7.000 ton.
Kemudian PT Lajurperdana Indah dengan produksi 24.000 ton, PT. Perkebunan Nusantara X 30.000 ton, dan PT. PG Gorontalo 27.000 ton.
Bonang menyayangkan, cenderung meningkatnya jumlah impor raw sugar dari tahun ke tahun, berpotensi menghambat swasembada gula nasional, serta dapat merugikan petani tebu lokal.
"Mestinya pemerintah berpihak kepada petani tebu kita dan melarang atau meminimalkan import raw sugar. Apabila impor raw sugar ini masih terus berlangsung, maka jangan disalahkan jika petani tebu akan beralih menanam tanaman yang lain, dan swasembada gula hanya akan menjadi mimpi di siang bolong," ujar Bonang.
( A Adib / CN33 / JBSM )