
Semarang, CyberNews. Sebagian besar pendaftar siswa miskin pada penerimaan peserta didik (PPD) rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) tingkat SMA di Kota Semarang terakomodir saat pengumuman tahap akhir, Selasa (21/6).
Peserta dari kalangan siswa miskin seluruhnya hampir diterima, meskipun tidak memenuhi kuota 20 persen dari daya tampung. Pengumuman tahap akhir PPD RSBI dilakukan serentak di empat satuan pendidikan yang berstatus tersebut pada pukul 14.00 WIB, Selasa (21/6).
Pada SMA 1 Semarang sejak awal pendaftaran tahap verifikasi ada 11 siswa, namun dengan berjalannya proses seleksi ada 3 siswa yang dicoret karena tidak terbukti miskin. Sehingga hanya 8 siswa yang terus mengikuti tes tertulis pada tahap I dan wawancara, bahasa Inggris serta psikologis pada tahap II, sampai lolos pada pengumuman akhir dengan total menerima 436 siswa.
Sedangkan di SMA 2 yang awalnya mengakomodasi 25 siswa miskin pada verifikasi awal, akhirnya hanya menerima 19 siswa miskin dari 416 daya tampung. Sementara di sekolah lainnya, seluruh siswa miskin terakomodir atau diterima, di SMA 3 menerima 29 siswa miskin dari 435 daya tampung dan SMA 4 mengakomodir 4 siswa miskin dari 352 daya tampung siswa.
Kepala SMA 3 Hari Waluyo mengatakan, pihaknya menerima 29 siswa miskin. Seluruh siswa tersebut diakomodir sejak awal tahap pendaftaran hingga pengumuman. Namun itu saja belum memenuhi kuota 20 persen sesuai ketentuan yang berlaku. "Para siswa miskin otomatis diterima karena pada tahap seleksi nilai mereka tidak dinilai. Itu saja jumlahnya masih di bawah kuota 20 persen," ungkapnya.
Tetapi, lanjut dia, hal itu tidak menjadi masalah, karena harapannya siswa miskin tersebut pada prinsipnya tidak terkendala untuk belajar di sekolah favorit dan menjadi percaya diri saat bergaul dengan siswa lainnya.
Sementara, untuk dana pendidikan bagi mereka juga tidak ada kendala karena sudah ada jatahnya. Pada tahun ini SMA 3 akhirnya menerima 435 siswa baru, yang seharusnya 436 siswa, karena satu siswa di kelas XI ada yang tidak naik di kelas XII.
Tidak berbeda dengan di SMA 3, Ketua Panitia PPD RSBI SMA 1 Sulistiyoso menyampaikan, jumlah siswa yang diterima sebanyak 436 dengan 8 siswa miskin. Nantinya, siswa akan dibagi menjadi 14 kelas yang terdiri 13 kelas reguler dengan masing-masing 32 siswa dan satu kelas untuk program akselerasi dengan 29 siswa.
( Anggun Puspita / CN31 / JBSM )