
Pekalongan, CyberNews. Gubernur dan kepala daerah diminta mendukung percepatan pengembangan industri melati di Jawa Tengah. Di Jawa Tengah, terutama di wilayah Pantai Utara Jawa (Pantura), potensi melati cukup besar untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan guna meningkatkan ekonomi warga maupun pendapatan daerah.
Pengurus Asosiasi Petani dan Pengusaha Melati Indonesia (APPMI) Bakhrun menjelaskan, Jawa Tengah merupakan wilayah dengan areal penanaman melati cukup luas. “Mulai Kabupaten Tegal hingga Batang banyak terdapat budidaya melati,” terangnya.
Menurutnya, potensi pengembangan melati sebagai komoditas unggulan di Pantura cukup besar karena permintaan pasar terhadap bunga ini terus meningkat dan bisa dipanen setiap hari. Potensi melati itu terdapat di Pemalang, Tegal, Pekalongan dan Batang dengan luas lahan sekitar 1.500 hektare.
Bakhrun menjelaskan, saat ini produksi melati fluktuatif. Saat panen raya kelebihan produksi, justru harga rendah. Suatu saat terjadi kelangkaan hasil panen, kekurangan produk. Data Direktorat Budidaya dan Pasca Panen Florikultura menyebutkan, panen raya terjadi pada Desember hingga Januari, dengan produksi lebih dari dua kali lipat dari kondisi normal. Sedangkan produksi terendah pada Juli hingga Agustus sekitar 55 persen hingga 65 persen dari kondisi normal. Produktivitas tertinggi terjadi pada Oktober-Desember dan April-Juni. Sementara, Januari-Maret, Juli-September, produktivitas normal-rendah.
( Isnawati / CN14 / JBSM )