
Bandung, CyberNews. Dua penerjun payung tewas menghunjam bumi setelah sempat berkejaran dengan waktu agar parasut yang digunakannya dapat membuka secara maksimal di sekitar lokasi pendaratan, kawasan Lanud Sulaiman Bandung, Senin (13/6).
Kedua korban itu adalah Yonas Rizal Krisna dan Yudo Baskoro, penerjun kawakan yang akrab disapa Jibut. Keduanya berasal dari rombongan FASI Jakarta. Jasad mereka kemudian dibawa ke RSHS Bandung sebelum diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.
Menurut Kepala Penerangan Mako Korps Paskhas TNI-AU, Lanud Sulaiman, Mayor Sus Rifaid, peristiwa mengenaskan itu terjadi pada pukul 09.00 WIB. "Kami belum mengetahui penyebabnya, ada tim yang akan menyelidiki," katanya.
Rifaid membenarkan bahwa kawasan udara Lanud Sulaiman pada saat itu memang tengah ditujukan bagi kegiatan terjun payung. "Sebelum kejadian, kedua korban berada pada sortie kedua, run ketiga penerjunan," jelasnya.
Sebelum dimuntahkan di udara, para penerjun itu sebelumnya diangkut pesawat Fokker-27 milik TNI dari Bandara Husein Sastranegara, yang berada di utara lokasi pendaratan.
Seperti dijelaskan Jubir FASI Pusat, Effendi Soen, kedua korban sempat melakukan kerja sama di udara bersama satu rekan lainnya, Tuti begitu keluar dari perut pesawat.
Merujuk keterangan yang diperolehnya, pada proses bukaan, diduga parasut milik Yonas mengalami kendala. Yudo yang menyaksikan kesulitan rekannya kemudian meluncur kejar, untuk memberikan pertolongan.
Hanya saja, proses turun yang cepat di bawah ketinggian 3.500 kaki itu menjadikan upaya tersebut tak maksimal. Parasut tetap kuncup. Padahal, Yudo sempat berupaya membukakan payung rekannya itu.
"Harapannya pada saat itu parasut bisa langsung terbuka, tapi ketinggiannya sudah tidak memungkinkan lagi," jelas Effendi Soen, yang dikenal sebagai penyiar TVRI dan sudah terjun berkali-kali itu.
Keduanya pun langsung telak menghantam tanah. Menurut dia, kedua korban itu tengah melakukan penerjunan dalam rangkaian persiapan menuju PON XVIII/2012 di Riau.
( Setiady Dwi / CN33 / JBSM )