
Semarang, CyberNews. Pemerintah Kota Semarang kembali gagal meraih piala Adipura pada tahun ini. Kegagalan meraih piala paling bergengsi sebagai predikat kota terbersih ini adalah yang kali kedua setelah tahun 2010 kota ini gagal merebutnya.
Wali Kota Soemarmo HS menyebutkan belum menerima penjelasan resmi dari pusat. Meski begitu, informasinya adalah dua dari tujuh kota metropolitan yang menerima hanya Surabaya dan Palembang.
''Saya belum dapat penjelasan resmi dari pemerintah. Kami tidak akan terpengaruh dapat Adipura atau tidak,'' ujarnya, Selasa (7/5).
Diakuinya, Pemkot jelas berharap mendapatkan piala tersebut. Namun penghargaan ini lebih dimaksudkan untuk memotivasi agar kebersihan yang sudah terjaga lebih ditingkatkan lagi.
Kendati gagal, dia berharap agar tidak mengendurkan semangat menjaga kebersihan kota. Melainkan harus tetap terpacu untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekitar.
Lalu, berapa perolehan nilai Kota Semarang sehingga gagal meraih Adipura? Dia mengatakan, tidak tahu persis tapi informasi yang berkembang nilai yang diraih Kota Semarang sudah mendekati batas passing grade, yakni 73 poin.
''Selisih sedikit, (nilai) kita 72 koma sekian,'' ungkapnya.
Ditegaskan, penanganan persoalan lingkungan lainnya selama ini semata-mata bukan untuk Adipura, tetapi untuk membangun kota lunpia ini menjadi jauh lebih baik. Pemkot Semarang berkali ulang mengingatkan kepada semua pihak, bahwa Adipura bukanlah tujuan akhir.
Untuk itu, Pemkot membuat program Jumat bersih dan Resik-resik Kali yang berlangsung sejak beberapa bulan terakhir dengan harapan tetap dijalankan meskipun tidak ada penilaian Adipura.
( Hartatik / CN34 / JBSM )