
Jakarta, CyberNews. Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Selasa (7/6) pagi melemah 16 poin menjadi Rp8.516. rupiah bergerak melemah terhadap dolar AS setelah mengalami penguatan pada awal pekan kemarin.
Namun, diprediksi rupiah akan kembali menguat seiring dengan sentimen negatif di AS atas melambatnya pertumbuhan ekonomi di sana, demikian dijelaskan analis pasar uang Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih.
"Nilai tukar rupiah akan melanjutkan penguatan dipicu data ekonomi AS yang negatif," kata dia. Lana mengatakan, data-data ekonomi AS yang tidak begitu baik sejak dua minggu lalu, dan puncaknya dengan naiknya tingkat pengangguran di AS dari sembilan persen pada April menjadi 9,1 persen pada Mei.
Disaat yang sama, per 3 Juni ini the Fed mendorong bank-bank besar untuk merger guna mencegah risiko sistemik yang timbul dari institusi keuangan, yang disebut sebagai sistematically important financial institution.
"Tetapi kebijakan ini justru akan menambah risiko bank itu sendiri ke depan," kata dia.
Selain itu, ancaman lembaga pemeringkat internasional Moody's untuk menurunkan peringkat utang AS akan membuat mata uang AS tertekan. "Sentimen yang masih belum begitu baik terhadap ekonomi AS akan membawa pelemahan dolar AS terhadap mata uang Asia hari ini termasuk rupiah," kata dia.
Lana menambahkan, data-data ekonomi AS terus menunjukkan perlambatan menjelang berakhirnya kebijakan pembelian obligasi pemerintah kuartal kedua senilai 600 miliar dolar AS pada Juni ini.
( Ant / CN31 )