
Rembang, CyberNews. Penghargaan Adipura yang diraih Kota Rembang setahun lalu ibarat numpang lewat saja. Sebab upaya mempertahankan raihan adipura pertama setelah 13 tahun lalu itu kini lenyap sudah.
Kota Rembang diperkirakan tak bisa mempertahankan predikat kota terbersih tahun ini. Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Rembang Purwadi Samsi menuturkan, selain raihan poin penilaian yang masih di bawah grade rata-rata terendah, kuota penghargaan Adipura tahun ini yang dikurangi menyulitkan posisi Kota Rembang.
Menurut informasi Kementerian Lingkungan Hidup RI, penghargaan sebagai kota terbersih tahun ini hanya diberikan kepada 63 kota saja. Sementara grade penilaian terendah yakni 74 poin.
“Total nilai pada penilaian pertama dan kedua Kota Rembang hanya mampu mencapai 73 poin, atau satu tingkat di bawah ketentuan nilai terendah,” ujarnya, Minggu (5/6).
Kegagalan ini, lanjut dia, semakin nyata lantaran pihaknya hingga Minggu siang belum menerima konfirmasi dari Pemerintah Pusat, untuk menghadiri penyerahan penghargaan Adipura di Istana Negara, 7 Juni mendatang.
“Kami sudah berupaya semakismal mungkin ditengah minimnya dukungan keuangan daerah,” ujarnya.
Purwadi mengaku dukungan dana dari pemerintah daerah memang cukup vital. Namun itu bisa diatasi dengan melibatkan peran pihak ketiga untuk membantu mempercantik wajah kota. Hanya saja, lagi-lagi persoalan kesadaran warga untuk ikut menjaga kebersihan dan keindahan kota memang masih perlu ditingkatkan.
Meski telah memasang sejumlah tong sampah baru, belakangan tempat sampah itu justru menjadi sasaran pencurian oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Kesadaran warga untuk merasa saling memiliki dengan menjaga tanaman di dalam pot tetap hidup pun sangat minim. Sejumlah tanaman bahkan mati kekeringan.
“Ini yang menjadi catatan untuk persiapan merebut kembali Adipura tahun depan,” ujarnya.
( Saiful Annas / CN34 / JBSM )