
SERAHKAN POHON: Rektor Unnes Prof Dr Sudijono Sastroatmodjo M.Si menyerahkan bibit tanaman pada Kepala Desa Kalibening, Murbiyanto. Unnes menanam 2.500 pohon dalam kemah bhakti di lereng Merapi, Jumat (3/6) hingga Minggu (5/6). (SM
Magelang, CyberNews. Universitas Negeri Semarang (Unnes) menanam 2.500 pohon berbagai jenis untuk menghijaukan lereng Gunung Merapi yang gundul akibat erupsi Gunung Merapi. Kawasan lereng Merapi merupakan daerah resapan air yang memasok kebutuhan air bersih untuk ribuan warga.
Penanaman pohon ini dilakukan bersamaan dengan kemah bhakti 130 orang anggota pramuka Racana Wijaya di Desa Kalibening Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Pohon yang ditanam sengaja dipilih yang memiliki fungsi konservasi lingkungan seperti jati, trembesi dan sengon.
Rektor Unnes Prof Dr Sudijono Sastroatmodjo M.Si mengatakan bahwa kampus yang dia pimpin tidak pernah lelah mengkampanyekan konservasi lingkungan. Hal ini dinilai penting karena kelangsungan hidup manusia tergantung pada kelestarian lingkungan. Unnes bahkan mendeklarasikan diri sebagai satu-satunya kampus konservasi di Indonesia.
Mengenai kemah bhakti ini, Prof Sudijono mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa sosial dan kepedulian terhadap masyarakat.
“Kegiatan ini juga menjadi wadah pembentukan karakter, watak, disiplin dan kemandirian dalam pembinaan generasi muda,” jelas dia di sela-sela penanaman pohon.
Kepala Desa Kalibening Murbiyanto mengatakan bahwa desanya berada dalam wilayah Kawan Rawan Bahaya (KRB) III karena hanya berjarak 6,8 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Pada erupsi lalu, seluruh warga Kalibening mengungsi ke lokasi aman.
Dengan yang terdiri sembilan dusun dengan jumlah kepala keluarga 897 atau 2.867 jiwa itu terkena hujan abu dan pasir tebal. Akibatnya sejumlah rumah roboh, sementara puluhan hektar lahan pertanian dan perikanan gagal panen.
“Namun dampak terparah adalah kondisi psikologis warga. Mereka menjadi trauma karena harus mengungsi selama beberapa minggu dengan kondisi apa adanya. Sekarang lahan pertanian juga kesulitan air karena bendungan rusak,” katanya.
Sementara itu, Ketua Sangga Kerja Kemah Pramuka Bhakti Merapi, Syaifur Rizqi Zein mengatakan kemah bhakti Unnes sengaja digelar di lereng Merapi untuk membantu warga korban Merapi kembali bangkit.
Karena itu, acara tersebut dikemas dalam bentuk bina lingkungan, bina masyarakat dan bina satuan. Bina lingkungan berupa penanaman 2.500 bibit pohon sedangkan bina masyarakat meliputi pemberian sumbangan buku bacaan dan pelatihan pengelolaan taman bacaan.
Selain itu, kata dia, ada juga pelatihan teknologi tepat guna untuk tanaman tomat dan mentimun, pelatihan wirausaha budi daya sapi dan ayam, serta penyuluhan keluarga sadar hukum.
"Untuk bina satuan kami memberikan pelatihan untuk siaga dan penggalang tingkat SD, MI, SMP dan MTS. Kegiatan itu kami lakukan mulai Jumat (3/6) hingga Minggu (5/6)," kata Syaifur.
( MH Habib Shaleh / CN34 / JBSM )