
Semarang, CyberNews. Musyawarah Daerah (musda) Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Jawa Tengah-DI Yogyakarta dengan agenda utama pemilihan ketua umum periode 2010-2012, mengalami deadlock.
Pasalnya, saat akan memasuki sidang pleno keempat alias sidang terakhir guna membahas kriteria calon ketua umum yang dijadwalkan dimulai Rabu (1/6) malam sekitar pukul 20.00, presidium sidang yang terdiri atas Wahyu Hidayat (Yogyakarta), Moh Solihin (Solo), Sugiyono (Blora), menghilang dari lokasi musda. Disinyalir karena disembunyikan oleh salah seorang calon.
"Karena ada indikasi partai politik bermain dalam musda ini, maka banyak peserta yang mengusulkan musda ditunda hingga kondisi benar-benar kondusif, artinya tak adapihak luar yang mencampuri musda. Alasannya, HMI merupakan organisasi mahasiswa yang harus bersih dari politik praktis dan lebih mengedepankan idealisme pergerakan," kata Ketua Steering Committee Musda, Yuli Setiawan, Sabtu (4/6).
Menurutnya, kapan musda dilanjutkan, tidak jelas waktunya. Terlebih, kini para peserta sudah meninggalkan lokasi musda di gedung LPMP Srondol Semarang, akibat masa sewa gedung sudah habis Sabtu (4/6) pukul 05.00. Musda telah dimulai sejak Senin(30/5) dan ditargetkan selesai Kamis (2/6) malam. "Tapi nyatanya, dari sidang pertama sudah terlambat selesainya karena pembahasan yang sangat alot," ujar dia.
Berdasarkan informasi, ada tiga calon ketua umum yang maju untuk menggantikan Rahmat Winarto yang berasal dari Solo. Dua calon diduga didukung partai politik yakni Fathurrahman (Partai Demokrat), Sudarsono (Partai Golkar). Masing-masing merupakan lulusan Universitas Pancasakti dari cabang Tegal dan mahasiswa S1 UIN Sunan Kalijaga dari cabang Yogyakarta.
Sementara satu calon didukung kelompok idealis yang menolak pengaruh parpol dalam tubuh HMI, yakni Dwi Prabowo (alumnus S2 Unika Soegijapranata dari Semarang). Mereka akan memperebutkan 24 suara dari 13 cabang dengan proporsi suara sesuai jumlah keanggotaan aktif masing-masing cabang.
"Musda tetap harus diselesaikan. Kini, panitia sedang melobi dengan seluruh bakal calon dan berkoordinasi dengan seluruh delegasi cabang. Upaya ini kami akui tidak mudah karena beberapa ketua cabang atau delegasi sulit ditemui dan ponselnya tidak aktif," tutur Yuli.
Sementara itu, saat SM CyberNews menghubungi nomor ponsel ketiga bakal calon, hanyaDwi Prabowo yang bisa diwawancara. Calon lain, Fathurrahman kedua ponselnya menunjukkan nada tidak aktif dan Sudarsono juga demikian.
Dwi P berharap, para delegasi tetap semangat menyelesaikan musda hingga tuntas sebagai amanat dari pengurus besar. Semua calon masih memiliki peluang sama. "Saya harap, kepentingan parpol segera menyingkir karena membuat runyam musda," tegasnya.
( Hadziq Jauhary / CN32 / JBSM )