panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
03 Juni 2011 | 23:09 wib
Warga Tuntut Kompensasi Debu PLTU Sluke

Rembang, CyberNews. Warga Desa Leran, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang kembali menuntut uang kompesasi akibat gangguan debu batu bara PLTU. Warga, terutama anak-anak, kini banyak yang mulai merasakan gangguan pernafasan (ISPA) hingga mual-mual akibat debu yang beterbangan.

Riyadi (48), warga Desa Leran menuturkan, polusi debu batu bara ini sebenarnya sudah pernah diprotes setahun silam, bersamaan penambahan stok batu bara di PLTU. Gangguan serupa kini dialami kembali oleh warga.

“Yang paling menderita adalah anak-anak kecil karena sering aktif bermain di luar rumah,” ujarnya, Jumat (3/6).

Selain mengganggu kesehatan warga, debu batu bara juga membuat rumah warga kotor karena menempel di dinding dan lantai rumah. Riyadi memperkirakan, gangguan serupa akan terus dialami warga.

Apalagi, lanjut dia, di lepas pantai kini masih banyak kapal tongkang antre mengirim batu bara.

Kepala Desa Leran Muhammad Munawir menambahkan, warga desanya memang yang paling dirugikan dengan keberadaan PLTU. Apalagi saat angin bertiup dari arah timur, dipastikan debu beterbangan ke wilayah desanya.

Dia mengakui, pihak PLTU memang pernah memberi kompensasi sekitar Rp 15 juta setahun lalu. Namun, jumlah kompensasi itu dinilai terlalu kecil lantaran setiap KK warga desanya waktu itu hanya menerima Rp 85 ribu.

“Bantuan sebesar itu praktis habis untuk sekali berobat,” jelasnya

Munawir menambahkan, pihaknya sudah sering melayangkan surat ke pengelola PLTU agar lebih peduli dengan warga sekitar. Tak hanya terkait debu saja, tetapi juga persoalan abrasi yang menimpa wilayah desanya. Sayangnya, kata dia, pengelola PLTU terkesan menutup mata dengan penderitaan warga sekitar.

Hingga Jumat siang Manajer PLTU Sluke Slamet Riyanto serta sejumlah stafnya masih sulit dihubungi terkait hal ini. Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Rembang Purwadi Samsi kepada wartawan mengatakan, secepatnya akan pengecekan.

“Senin kami berencana mengecek polusi debu yang dikeluhkan warga,” ujarnya singkat.

( Saiful Annas / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
20 Agustus 2014 | 16:13 wib
Dibaca: 56
20 Agustus 2014 | 16:01 wib
Dibaca: 37
20 Agustus 2014 | 15:47 wib
Dibaca: 42
20 Agustus 2014 | 15:35 wib
Dibaca: 84
20 Agustus 2014 | 15:22 wib
Dibaca: 87
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
12 Agustus 2014 | 16:20 wib
14 Agustus 2014 | 15:50 wib
15 Agustus 2014 | 15:18 wib
19 Agustus 2014 | 21:05 wib
FOOTER