
Magelang, CyberNews. Sebanyak 67 sabo dam di 12 sungai yang berhulu di Gunung Merapi rusak akibat diterjang banjir lahar dingin mulai November 2010 sampai bulan Mei 2011. Kerusakan terparah ada di sabo dam Kali Putih dan Kali Gendol.
"Ya sudah 67 sabo dam yang rusak. Kerusakan ini ada tiga kategori mulai rusak total, rusak berat, dan yang rusak ringan," kata Kepala Bidang Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Ir Erwin Tri Nugroho Sigit CES, baru-baru ini.
Menurut Erwin ada 12 sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Namun demikian tidak semua sabo dam di sungai-sungai tersebut rusak. Berdasarkan catatan BBWSSO sabo dam rusak terletak di sungai yang menjadi jalur lahar.
Sungai-sungai tersebut adalah Kali Putih, Pabelan, Senowo, Krasak dan Bebeng di Kabupaten Magelang serta Kali Gendol, dan Opak di Sleman, Yogyakarta. Kerusakan sabo dam terberat ada di Kali Putih.
Dari penelusuran, hampir semua sabo dam di alur Kali Putih mengalami kerusakan. Tidak ada sabo dam yang berada dalam kondisi utuh. Meski beberapa bagian sudah retak dan jebol namun sabo dam tersebut masih berfungsi. Sabo dam tersebut di antaranya sabo dam PUD-1, PUD-2, PUD-3 dan lainnya.
Besi penguat struktur sabo dam PUD-1 yang terletak di kawasan Jurang Jero, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang bahkan habis digondol maling. Sabo dam setinggi 30 meter tersebut kini dalam kondisi kritis.
Harusnya 279 Sabo
Erwin mengatakan bahwa berdasarkan masterplan tahun 2000 seharusnya dibangun 279 sabo dam di seluruh sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Pembangunan sabo dam tersebut dilakukan secara bertahap. Namun akibat pengaruh erupsi Merapi dan banjir lahar dingin pembangunan sabo dam terganggu sehingga hanya terbangun 204.
Sabo dam yang rusak ini rencananya akan diperbaiki pada tahun 2011 saat banjir lahar sudah berhenti. Sabo dam harus sudah selesai dibangun sebelum musim hujan kembali datang. Hal ini karena sabo dam berfungsi untuk menahan material agar tidak langsung turun ke kawasan permukiman.
"Jika lahar langsung turun tanpa ada yang menghambat maka akan memiliki daya hancur yang luar biasa besar. Tingkat kerusakan yang diakibatkan juga akan semakin besar. Sabo dam ini berfungsi menahan material," kata Erwin.
Menurut Erwin material vulkanik Merapi akan turun sebagai banjir lahar jika ada campuran air. Dengan demikian semakin deras curah hujan di lereng Merapi maka potensi banjir lahar akan semakin besar.
"Lahar membawa campur material mulai air, lumpur, pasir dan batu-batu besar. Jika tingkat kemiringan sungai tinggi maka arusnya semakin kuat. Karena itu perlu sabo dam untuk melandaikan dasar sungai," kata dia.
( MH Habib Shaleh / CN26 / JBSM )