panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
27 Mei 2011 | 19:57 wib
Talut Kaliasin Jebol Lagi
image

TAMBAL TALUT JEBOL: Seorang pekerja sedang menutup talut yang jebol   dengan timbunan tanah liat di Tanggul Kaliasin dekat jembatan Boomlama   Semarang, Jumat (27/5). Jebolnya tanggul akibat tidak kuat me

Semarang, CyberNews. Tanggul Kaliasin kembali jebol karena tak kuat menahan volume air tepatnya di dekat jembatan Boomlama. Akibatnya air meluber ke Jl Hasanudin. Padahal, sudah satu minggu ini diperbaiki.

Sekitar lima pekerja menambal tanggul sepanjang 100 meter yang jebol dan meninggikan satu meter menggunakan tanah. Walaupun sudah ditambal ditinggikan. Air mulai merembes dari tanggul yang bocor pada pukul 13.00 WIB itu menyebabkan
badan jalan tergenang air.

Menurut seorang pekerja, Mustofa (54), pengerjaan menambal dan meninggikan tanggul kaliasin sudah berjalan selama satu minggu.

"Sudah satu minggu kami memperbaiki tanggul. Kendala karena rob selalu tinggi sehingga talut jebol lagi," kata dia.

Dari pantauan, walaupun sudah ditambal dan ditinggikan, air Kaliasin masih meluber ke tengah jalan, akibatnya banyak pengguna jalan harus melambatkan laju kendaraan mereka.

Agustono (24), seorang pengendara warga Jl Pasir Mas, mengatakan luapan Kaliasin sudah berlangsung satu tahun ini dan semakin parah. "Dulu pernah ditembel namun tidak mengatasi luapan air. Akibatnya kalau hujan, hampir seluruh jalan
tergenang air," kata Agustono.

Warga sekitar Kaliasin Jatmiko (40) mengungkapkan, luberan air disebabkan pendangkalan Kaliasin. Ia menilai, peninggian tanggul kurang efektif, sebab dari pengalaman beberapa kali tanggul ditinggikan air tetap saja meluap. "Bahkan kadang air masuk ke rumah warga," kata Jatmiko.

Selain itu, rumah pompa air Hasanudin juga kurang berfungsi dengan baik. "Volume air semakin tinggi. Pompa yang ada sudah tidak mengatasi lagi," kata dia.

Ia berpendapat, Kaliasin sudah waktunya untuk dinormalisasi, sebab terjadi pendangkalan dan penyempitan. "Selain itu banyak sampah yang menyumbat saluran. Itu menyebabkan air yang meluber semakin parah," tutur Jatmiko.

Menurut Rahmat, seorang warga sekitar, genangan air tidaj hanya di Jalan Hasanudin, tapi sudah masuk ke rumah warga di perumahan Pondok Hasanudin dan kawasan Tanah Mas.

"Saya melihat penambalan hanya menggunakan lempung. Pantas saja talut jebol terus," kata Rahmat. Ia meminta pemkot untuk membangun talut yang permanen dan mengoptimalkan pompa air.

( Maulana M Fahmi / CN32 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
20 Agustus 2014 | 16:13 wib
Dibaca: 53
20 Agustus 2014 | 16:01 wib
Dibaca: 37
20 Agustus 2014 | 15:47 wib
Dibaca: 42
20 Agustus 2014 | 15:35 wib
Dibaca: 84
20 Agustus 2014 | 15:22 wib
Dibaca: 87
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
12 Agustus 2014 | 16:20 wib
14 Agustus 2014 | 15:50 wib
15 Agustus 2014 | 15:18 wib
19 Agustus 2014 | 21:05 wib
FOOTER