
Jakarta, CyberNews. Pengamat parlemen FORMAPPI Sebastian Salang mengatakan anggota DPR harus sadar dan peduli untuk mereformasi hubungan antara anggota DPR dengan Sekjen. Hal ini agar terhindar dari pemanfaatan mereka oleh oknum di Sekjen DPR.
"Kami tidak ingin anggota DPR tidak tahu menahu apa saja fasilitas untuk mereka yang di siapkan Sekjen. Mereka harus tahu detail, agar tidak dimanfaatkan, lalu mereka yang lebih dulu dikecam," kata dia dalam acara tasyakuran pembatalan gedung DPR di Omah Sendok Jl. Mpu Sendok Kebayoran Baru, Rabu (25/5) siang.
Dalam kesempatan yang sama Heni Yulianto dari TII, memberikan apresiasi kepada anggota DPR yang telah konsisten mendorong pembayaran proyek raksasa tersebut. Dia meminta publik dan pers tidak langsung berhenti mengawal kasus ini, karena bisa jadi terjadi tender ulang.
Senada dengan Heni, Jerry Sumampouw dari TePI mengatakan KPK harus ungkap dugaan adanya penyalahgunaan keuangan negara, karena begitu janggalnya proses terkait pembangunan gedung tersebut.
Sementara itu anggota DPR dari Fraksi PDI-P Maruarar Sirait memberi apresiasi kepada pers yang telah ikut mengawal dan memberi support psikologis terhadap anggota DPR yang sejak awal menolak pembangunan gedung tersebut.
Menurut pria yang akrab dipanggil Ara tersebut sebaiknya untuk kedepannya, kebijakan yang menggunakan uang negara dalam jumlah besar jangan diputus terlebih dahulu, sebelum meminta pendapat dari rakyat.
"Kalau rakyat tidak setuju ya tunda atau batalkan. Saya keliling ke seluruh Indonesia, saya tanya tidak ada yang setuju pembangunan gedung yang mewah itu," katanya.
( Hartono Harimurti / CN26 / JBSM )