
Jakarta, CyberNews. Elemen civil society tidak akan berhenti mengawasi seluruh penggunaan uang negara untuk DPR, pasca dibatalkannya pembangunan Gedung Baru DPR. Hal ini untuk menutup ruang gerak oknum-oknum yang akan merubah modus penggunaan uang negara secara diam-diam pasca gagalnya pembangunan gedung baru DPR.
"Kita tidak akan kendor untuk mengawasi penggunaan uang negara bagi DPR dan institusi-institusi negara lainnya. Jangan sampai uang sebegitu besar hanya untuk segelintir anggota Dewan, dengan kinerja yang masih mengecewakan," kata Direktur Nasional LIMA Ray Rangkuti dalam acara tasyakuran pembatalan pembangunan gedung DPR di Omah Sendok Jl Mpu Sendok Kebayoran Baru, siang ini.
Menurut Ray, anggota DPR seharusnya berterimakasih dengan warning yang diberikan elemen civil society, karena menyadarkan DPR bahwa mereka jangan terus menerus mau dijadikan sasaran hujatan rakyat, karena tidak peka, hidup dengan berlimpah fasilitas di tengah banyak masyarakat yang masih susah. Acara tasyakuran ini merupakan kerja bareng LIMA Indonesia, Formappi, TePI Indonesia, TII, IBC, LSPP.
( Hartono Harimurti / CN14 / JBSM )