panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
20 Mei 2011 | 22:38 wib
Ilmuwan: Indonesia Bangsa Facebook


Yogyakarta, CyberNews. Dosen Universitas Manchester, Inggris, Dr Yanuar Nugroho menilai pertumbuhan globalisasi serta digitalisasi teknologi yang tinggi kini, kurang dengan maksimal digunakan di Indonesia.

Ia mengatakan keduanya sebenarnya telah menyediakan ruang dan fasilitas yang memudahkan kita, para ilmuwan sosial untuk mengakses dan menyebarkan beragam sumber informasi dan pengetahuan baru. Sayangnya, ada harga mahal yang harus dibayar dengan semakin berkembangnya teknologi informasi. Dampak buruk itu adalah semakin dangkalnya proses berpikir.

"Setelah roda, internet adalah penemuan manusia yang paling cepat tumbuh. Saat ini jumlah pengguna facebook di Indonesia tercatat sebanyak 35 juta. Jumlah ini setara dengan jumlah penduduk Kanada, sehingga dari data tersebut menunjukkan Indonesia adalah bangsa 'Facebook', bangsa yang paling suka main game dan bangsa tercerewet di dunia," katanya saat memberikan kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat (20/5).

Ia memperkirakan saat ini jumlah penggunan Twitter di Indonesia mencapai enam juta, setara dengan jumlah penduduk Singapura.

Menurutnya, keluasan dan keleluasaan fasilitas yang ditawarkan teknologi modern saat ini justru menyuburkan plagiarisme dan budaya instan. Padahal jika ditelusuri lebih dalam, menurutnya, teknologi bukan sekadar alat atau benda, tetapi mencakup kesatuan cara berpikir, cara budaya, cara berperilaku, cara merasa, bahkan cara bersosialisasi.

"Celakanya bangsa Indonesia hanya mengimpor teknologi sebagai alat sehingga tercerabut dari tempat berpijak dan melahirkan absurditas," katanya.

Yanuar Nugroho menawarkan upaya untuk menanamkan kembali (re-embedding) teknologi ke dalam dimensi sosial.

Dr Yanuar Nugroho adalah ilmuwan dan peneliti inovasi dari Universitas Manchester, Inggris, sekaligus orang Asia pertama penerima "Hallsworth Fellowship" pada Bidang Politik Ekonomi. Penghargaan ini adalah hibah paling bergengsi bagi ilmuwan di Eropa.

( Ant / CN33 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Mei 2012 | 21:30 wib
Dibaca: 17
26 Mei 2012 | 21:19 wib
Dibaca: 104
image
26 Mei 2012 | 20:56 wib
Dibaca: 154
26 Mei 2012 | 20:44 wib
Dibaca: 152
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER