
Foto: AP
Den Haag, CyberNews. Jaksa-jaksa kejahatan perang dunia telah meminta surat perintah penangkapan bagi pemimpin Libya, Muammar Gaddafi, dengan tuduhan membunuh para demonstran yang ingin masa pemerintahan empat dekadenya berakhir.
Jaksa pada Pengadilan Pidana Internasional di Den Haag, Luis Moreno-Ocampo telah meminta kepada hakim, untuk segera melihat apakah sudah ada cukup bukti untuk mengeluarkan perintah penangkapan terhadap putra Gaddafi, Saif al-Islam dan kepala biro mata-mata yang masih saudara tirinya, Abdullah al-Senussi.
Jaksa menyebutkan bahwa bukti-bukti seperti penyerangan warga sipil di rumah, intimidasi para demonstran dengan ancaman tembak di tempat, penggunaan artileri berat dan penembak jitu terhadap massa yang meninggalkan masjid setelah shalat, cukup digunakan sebagai bukti untuk menyeret Gaddafi dan pengikutnya untuk diadili di Mahkamah Internasional sebagai penjahat perang. "Kami memiliki bukti kuat dan siap untuk menghadapi sidang. Gaddafi merasa takut akan eksistensinya di Libya," kata Moreno-Ocampo.
Kantor kejaksaan pada Pengadilan Pidana Internasional telah menerima informasi dari para pejabat senior dalam pemerintahan Gaddafi seminggu terakhir. Jaksa penuntut telah berbicara dengan beberapa saksi mata pada insiden serangan dan telah mengumpulkan bukti lebih dari 1.200 dokumen, berikut video dan foto.
( Reuters , Yuska / CN14 )