
Wonogiri, CyberNews. Terjadi bencana alam tanah longsor susulan di Kecamatan Manyaran Kabupaten Wonogiri. Lokasinya berada di Desa Bero dan Desa Gunungan. Pemicu bencana, karena hujan deras yang turun berkepanjangan. Longsoran tanah mengurug badan jalan antardusun.
Camat Manyaran Sularso SSos MHum, menyatakan, di Desa Bero bencana longsor terjadi di enam titik. Masing-masing di Dusun Banaran sebanyak 3 titik, Dusun Gembuk 2 titik dan Dusun Pondok 1 titik. Kemudian di Desa Gunungan, bencana longsor terjadi di dua titik. "Tidak ada korban jiwa, sebab longsoran tanah tidak menimbuni rumah, tapi mengurug badan jalan antardusun," tegasnya.
Upaya penanganan darurat, telah dikerahkan warga masyarakat untuk kerja bhakti gotong royong menyingkirkan material timbunan longsoran yang mengurug badan jalan. Pengerahan masyarakat ini, dilakukan oleh pamong desa baik di Desa Gunungan dan Desa Bero, dengan arahan Muspika Kecamatan Manyaran.
Dari Kecamatan Jatiroto, dilaporkan terjadi lagi bencana longsor dan banjir. Kasubid Bina Perlindungan Masyarakat (Linmas) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Wonogiri, Suraji SH, menyatakan, banjir dan tanah longsor di Kecamatan Jatiroto tidak menimbulkan korban jiwa. Meski sempat menghanyutkan sapi satu ekor milik peternak Tidjo di Desa Duren. "Tapi sapi yang hanyut itu, akhirnya berhasil diselamatkan warga, dan kemudian diminta kembali memakai uang tebusan Rp 500 ribu," ujar Suraji.
Laporan sementara yang masuk, ungkap Suraji, datang dari Kecamatan Tirtomoyo. Banjir Kali Wiroko di Kecamatan Tirtomoyo, telah merusak tanaman pangan seluas 9 Ha milik 28 petani, dengan taksir kerugian sekitar Rp 20 juta. Kecuali itu, juga merusak saluran irigasi Desa Ngarjosari dengan taksir kerugian sekitar Rp 12 juta. "Jalan di Ngarjosari kelongsoran tanah, dan menyebabkan putusnya hubungan antardusun. Yakni Dusun Gunung Kendil ke Dusun Duren,"ujar Suraji.
Seperti diberitakan, akibat hujan deras berkepanjangan, menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor di tiga wilayah kecamatan di Kabupaten Wonogiri. Yakni di Kecamatan Tirtomoyo, Nguntoronadi dan Selogiri. Di Kecamatan Selogiri, hujan deras berkepanjangan telah menimbulkan bencana alam tanah longsor di 31 titik di dua desa. Yakni di Desa Kepatihan sebanyak 16 titik dan Desa Keloran 15 titik.
"Tapi kejadian bencana alam di tiga kecamatan itu, dan juga bencana susulan di Kecamatan Manyaran, belum dilaporkan ke Badan Kesbangpol Kabupaten Wonogiri," tandas Kasubid Bina Linmas, Suraji. Penegasan sama, juga disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial (Dinso) Kabupaten Wonogiri Drs Suharno MPd. ''Laporannya belum sampai pada kami,'' ujar Suharno.
Meski terjadi bencana banjir dan tanah longsor di empat wilayah kecamatan, tapi tidak sampai berdampak buruk pada pelaksanaan ujian nasional (UN) untuk murid-murid Sekolah Dasar (SD) yang kini tengah digelar secara serentak.
"Kami belum mendapatkan laporan tentang dampak bencana alam terhadap kendala pelaksanaan UN untuk SD. Sejauh ini, pelaksanaan UN murid SD dilaporkan berjalan lancar tanpa hambatan," tegas Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Wonogiri Drs Suparno MPd.
( Bambang Purnomo / CN34 / JBSM )