panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
01 Mei 2011 | 15:42 wib
Nasib Kaum Buruh Masih Mengenaskan

Solo, CyberNews. Memeringati Hari Buruh Sedunia 1 Mei, dua aksi demo dari aliansi buruh dan elemen mahasiswa terjadi di Solo, Minggu (1/5). Mereka menyangkan, hingga tahun ini nasib buruh di Indonesia masih mengenaskan.

Dalam demo yang dimotori mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Federasi Serikat Buruh Setia Kawan (FSBSK) Solo, mereka menyayangkan pengusaha dan pemerintah belum juga memperhatikan nasib buruh di Indonesia. Melalui aksi teatrikal kepedihan nasib buruh, mereka tak henti-hentinya mengkritik.

"Ampun Bos, ampun Bos. Kami sudah kerja maksimal," kata Sutanto, Ipung, Tri Purwanto selaku buruh, saat Iwan Setiawan yang diibaratkan pengusaha, menginjak kepala mereka dengan kaki, di pertigaan kampus UMS Jalan Ahmad Yani.

Meskipun matahari tepat di atas kepala, pendemo tidak menyurutkan aksinya agar pengusaha dan pemerintah mau memperhatikan nasib kaum buruh sambil membacakan sejumlah tuntutan.

Seperti menolak sistem kerja kontrak atau outsourcing, merealisasikan upah layak bagi buruh sesuai Kebutuhan Hidup Layak (KH), dan tegakkan hukum ketenagakerjaan yang selama ini belum berpihak pada kaum buruh.

"Kesimpulannya, kesejahteraan mereka masih jauh dibawah standar. Mereka kerja keras pagi hingga malam, tapi bayaran yang terima rendah. Mana keadilan dan perhatian pemerintah buat mereka?," tegas koordinator lapangan aksi, Andika Yulian yang juga Ketua Bidang Hikmah IMM Cabang Surakarta.

Sempat Ricuh

Aksi sempat ricuh karena tarik menarik dengan pihak kepolisian yang mengamankan demo itu di tengah jalan raya, saat para peserta demo merusak bangunan bentuk kerucut dari bambu setinggi dua meter yang dimaksudkan sebagai bentuk kerajaan para pengusaha selama ini.

"Hancurkan tembok-tembok kapitalis, hancurkan," kata para pendemo sambil meneriakkan hidup buruh, hidup buruh sambil adu mulut dengan pihak keamanan tersebut.

Terpisah, Serikat Pekerja Nasional (SPN) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Surakarta dan Kab. Sukoharjo menggelar demo di Gladag, Jalan Slamet Riyadi. Sekitar 50 orang membentangkan poster dan meneriakkan tuntutan keadilan bagi buruh.

Mereka menekankan empat poin agar pengusaha dan pemerintah sebagai pembuat kebijakan memperhatikan nasib buruh yang tidak kunjung membaik hingga tahun ini. Mereka menolak sistem outsourcing, tuntut upah layak, revisi Permennaker 17 Tahun 2005 dan tegakkan hukum ketenagakerjaan.

"Di Solo dan sekitarnya masih belum layak, gaji karyawan hanya Rp 826.000 per bulan. Saat kami lakukan survei terakhir Maret 2010 lalu kerjasama dengan AKKK (AK3), paling tidak itu Rp 1.400.000 per bulan. Mengingat biaya  hidup semakin mahal," papar Ketua SPN DPC Surakarta, Hudi Wasisto yang diiyakan oleh Ketua SPN DPC Sukoharjo, Kuwadi Mulyadi.

( Asep Abdullah / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 24331
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 25974
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 25646
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 28988
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 24943
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER