panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
29 April 2011 | 16:22 wib
Desa Siaga Bencana di Purbalingga Dirintis

Purbalingga, CyberNews. Forum Anggota Luar Biasa Perhimpunan Pecinta Alam Ganesa Muda (ALB PPA Gasda) Purbalingga mulai merintis pembentukan desa siaga bencana di Kabupaten Purbalingga. Khususnya, di sejumlah desa yang berada di kecamatan yang dinilai rawan bencana.

Pelaksanaan program tersebut dilaksanakan seperti di Desa Gunungwuled Kecamatan Rembang, Desa Sirau (Karangmoncol), Desa Langkap (Kertanegara), Desa Kaliori (Karanganyar), Desa Gondang (Karangreja),  sedangkan di Kecamatan Karangjambu ada dua desa, yakni Desa Jingkang dan Purbasari.

"Nanti, yang di Karangjambu, akan dipilih salah satu," ungkap Ketua program  tersebut, Taufik Katamso.

Kegiatan tersebut merupakan kegiatan berbasis komunitas. Maksudnya, tim yang akan mengelola program swadaya merupakan warga yang sukarela terlibat. Mereka akan dilatih pendamping yang berasal dari Forum ALB PPA Gasda.

"Dalam program tersebut, potensi lain dari komunitas tersebut juga turut dikembangkan," kata Taufik.

Kegiatan ini rencananya mulai berjalan pertengahan tahun 2011, akan dimulai dengan mempresentasikan program kepada kepala desa dan perangkat desa.

"Kalau (mereka) tidak berminat ya kita tinggal. Tidaka bisa kita kita memaksa orang untuk sadar, lagipula masih banyak desa lain yang mau jadi desa tanggap bencana," ucapnya.

Hingga kini, baru Kecamatan Karangjambu dan Karangreja yang telah memberikan surat pengantar ke desa. Bahkan, kedua kecamatan tersebut sudah berkoordinasi dengan desa terkait.

"Dalam waktu dekat, kita mengambil surat pengantar di empat kecamatan lainnya," tutur Taufik.

Pekerjaan rumah dari program ini, lanjutnya, terletak pada kesadaran masyarakat itu sendiri. Kepada CyberNews, Taufik menuturkan selama ini, masyarakat masih belum terlalu berfikir mengenai pemeliharaan kondisi lingkungan.

"Kebanyakan masih terfokus pada upaya golet sega. Serta tidak tahu harus bagaimana menghadapi bencana," kata dia.

Kondisi tersebut diperparah dengan orientasi pemerintah di tingkat kecamatan dan juga desa. Diungkapkannya, masih banyak elemen pemerintahan yang menilai program pemeliharan lingkungan itu sebagai proyek yang bisa menghasilkan pundi pundi keuntungan.

"Pikirannya proyek banget," pungkas Taufik.

( Bangkit Wismo / CN14 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Mei 2012 | 20:56 wib
Dibaca: 27
26 Mei 2012 | 20:44 wib
Dibaca: 27
26 Mei 2012 | 20:32 wib
Dibaca: 164
26 Mei 2012 | 20:21 wib
Dibaca: 160
26 Mei 2012 | 20:09 wib
Dibaca: 117
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER