
Jakarta, CyberNews. Pemerintah menerbitkan obligasi negara berdenominasi dolar AS, global bond senilai 2,5 miliar dolar AS pada 27 April 2011, Kamis (28/4). Tingkat bunga global bond ini mencapai 4,875%.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Biro Humas Kemenkeu Yudi Pramadi dalam siaran pers, Kamis (28/4). "Pada 27 April pemerintah telah melakukan transaksi penawaran surat utang negara dalam valuta asing berdenominasi dolar seri R10521 (INDO21-GMTN)," ujar Yudi.
Penawaran ini merupakan bagian dari program global medium term notes (GMTN) yang telah di update pada 21 April 2011. Total penawaran yang masuk cukup tinggi yakni 6,9 miliar dolar AS, namun yang diserap hanya 2,5 miliar dolar AS.
Yudi menambahkan imbal hasil (yield) dari obligasi ini adalah 5,1% dengan tanggal jatuh tempo 5 Mei 2021 dan tanggal penerbitan 5 Mei 2011 atau berjangka waktu mencapai 10 tahun. "Transaksi ini menghasilkan kelebihan permintaan (oversubscription) sebesar 2,76 kali," tambah Yudi.
Berdasarkan jenis investor, pengalokasian penawaran yang diterima kepada asset managers adalah sebesar 70%, bank 24%, asuransi dan dana pensiun 3%, serta private banks 3%. Pendistribusian sebesar 29% dilakukan untuk para investor di Asia, 22% untuk Eropa, serta 49% untuk Amerika Serikat.
Menteri Keuangan menilai penerbitan global bond kali ini lebih baik dibanding penerbitan global bond Januari 2010 lalu. "Kupon itu bisa dikatakan 100 basis poin lebih rendah dari pada yang kita terbitkan di Januari 2010. Kuponnya 4,875 % tahun lalu kan 5,875%. Jadi turun kira-kira 100 basis poin itu namanya perkembangan yang baik," papar Agus di sela-sela Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Jakarta.
Lebih lanjut, tambahnya, pemerintah juga akan menerbitkan global sukuk (syariah) pada semester kedua 2011. Republik Indonesia memperoleh rating Ba1 (stable) dari Moody’s, BB+ (positive) dari S&P, dan BB+ (positive) dari Fitch.
Joint Lead Managers dan Joint Bookrunners dalam transaksi ini adalah Deutsche Bank, J.P. Morgan Chase, dan UBS Investment Bank. Bertindak sebagai co-Managers PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas.
( Kartika Runiasari / CN26 / JBSM )