
Solo, CyberNews. Sebanyak lima rumah warga Keprabon Kulon, tepatnya di belakang Kantor Kelurahan Keprabon, Solo akhirnya dibongkar. Hal itu dilakukan karena tanah tersebut akan dibangun kantor kelurahan tiga lantai.
Warga yang menempati tanah negara itu diminta pindah sejak sebulan lalu. Batas waktu yang diberikan kepada penghuni berakhir pada 30 April nanti. Namun, seluruh warga sudah bersedia pindah dengan dibantu Satpol PP dan Kelurahan.
Menurut Bagian Penegakan Perda Satpol PP Wisnu Wardana, pembongkaran rumah sudah dilakukan sejak dua hari lalu. "Intinya, sebelum tanggal 30 April, rumah sudah dibongkar semuanya. Ada delapan rumah yang berdiri dan saat ini baru lima yang dibongkar. Selebihnya masih bersiap pindah," kata Wisnu.
Dia menerangkan, pihaknya telah menyiapkan transportasi yang digunakan untuk membantu warga. Tujuannya, ketika barang dan perkakas rumah tangga milik penghuni akan dibawa pindah, kendaraan yang disipakan Satpol PP bisa dimanfaatkan secara gratis.
"Jadi, warga tidak perlu khawatir saat akan minta pindah, karena sudah di siapkan mobil pengangkut barang dan mengantarkan ke tujuannya," jelasnya.
Lurah Keprabon Rustika Atmawati menambahkan, setelah selesai dibongkar nantinya akan dilakukan lelang untuk proses pembangunan kantor kelurahan.
Sesuai rencana, pada Mei proses lelang sudah dimulai, dengan harapan pembangunan segera dilakukan. Sebab, kantor kelurahan yang ditempatinya saat ini kurang begitu nyaman. "Kami berharap pada tahun 2011, kantor kelurahan yang baru sudah jadi," ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang warga yang belum pindah, Hadi Mulyono (75) sudah mulai mengemas barang bendanya. Rencananya, sambil menunggu rumah susun Jurug dioperasikan, dia akan bertempat tinggal sementara bersama anaknya di Purwosari.
"Kami baru akan pindahan rumah pada Jumat. Waktu dan tenaganya belum ada," ujarnya.
( Arif M Iqbal / CN27 / JBSM )