panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
26 April 2011 | 19:35 wib
Lebih Murah, Ratusan Truk Angkut Pasir dari Sleman

Magelang, CyberNews. Ratusan truk pasir yang lewat Kabupaten Magelang ternyata tidak  mengambil material vulkanik dari daerah ini. Tetapi dari Sleman, DI Yogyakarta. Alasannya harga pasir di Sleman lebih murah dibanding Magelang, dan proses pengisian ke dalam bak truk juga lebih cepat, karena menggunakan alat berat.

Informasi yang diterima petugas pos pemungutan pajak pasir Merapi, dari para sopir truk pasir, Selasa (26/4),  bahwa harga pasir di Sleman Rp 150.000/truk.

Sedangkan harga pasir di Kabupaten Magelang sempat mencapai Rp 250.000/truk, saat Jembatan Prumpung ditutup untuk truk pasir. Setelah jembatan dibuka lagi, harganya turun menjadi Rp 170.000/truk.

Penambangan pasir di Kabupaten Magelang lebih menekankan pada penambangan rakyat, terutama korban bencana Gunung Merapi. Sehingga penunggunaan alat secara manual, dikeluhkan lamban dibanding menggunakan mesin begu.

Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Magelang, Drs Djoko Tjahjono, mengatakan, pos pemungutan pajak pasir Merapi di Pucung, Muntilan, dibuka lagi. Karena Jembatan Prumpung kembali dibuka untuk truk pasir. Sedangkan empat pos lainnya, ditutup, karena dianggap tidak lagi produktif.

Pos Pucung dioperasikan hanya malam hari karena truk pasir diizinkan lewat Jembatan Prumpung pada Senin-Jumat pukul 19.00-05.00 dan Sabtu-Minggu jam 21.00-05.00.

Dari hasil pemungutan di Pos Pucung Selasa (19/4) malam hingga Rabu (20/4), masuk Rp 11.850.000. Disusul Rabu (20/4) hingga Kamis (21/4), meningkat menjadi sekitar Rp 13 juta. "Kalau sekitar 350 sampai 400 truk yang beralih mencari pasir ke Sleman, mau kembali ke Salam dan Srumbung, pemasukan daerah akan lebih banyak lagi,” katanya.

Adapun besarnya pajak yang dipungut sesuai ketentuan dalam Perda Nomor 12 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah, yakni 25 persen dari harga pasir. Tronton jumbo dengan muatan maksimal 16 M3 dipungut Rp 57.000, tronton dum (14 M3) Rp 50.000, truk engkel (10 M3) Rp 36.000, cekether (6 M3) Rp 21.000, dan colt diesel (5 M3) Rp 18.000.

( Tuhu Prihantoro / CN27 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
22 Juli 2014 | 18:29 wib
Dibaca: 2
image
22 Juli 2014 | 18:18 wib
Dibaca: 5
image
22 Juli 2014 | 18:08 wib
Dibaca: 106
22 Juli 2014 | 17:58 wib
Dibaca: 84
22 Juli 2014 | 17:48 wib
Dibaca: 174
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER