
Kudus, CyberNews. Federasi Perkumpulan Petani Pemakai Air (FP3A) sistem Kedungombo mengancam menggelar demo besar besaran terkait rencana pembangunan pabrik semen di pegunungan Kendeng. Kelompok tersebut merasa sangat terusik dengan rencana tersebut yang disebutnya akan merusak lingkungan serta mengancam kelangsungan usaha pertanian yang dilakukan selama ini.
Koordinator FP3A, H Kaspono, kepada Suara Merdeka CyberNews, Minggu (24/4), menambahkan pihaknya juga siap memberikan dukungan kepada pihak yang melakukan penolakan terkait rencana itu. Ditegaskannya, penentangan tersebut merupakan ''harga mati''.
''Sejak awal kami selalu menolak rencana pembangunan pabrik semen di pegunungan Kendeng,'' tandasnya.
Pada 2008, saat gaung pembangunan pabrik semen di Kabupaten Pati - masuk kawasan pegunungan Kendeng, mulai menguat, pihaknya juga secara tegas menyatakan penolakan. Saat itu, selain mengancam menggelar aksi besar-besaran, pihaknya juga berkirim surat kepada Gubernur Jawa Tengah.
''Beberapa saat kemudian, kabar pembangunan pabrik semen perlahan menghilang. Kini, hal tersebut terulang lagi dan kami siap melakukan hal serupa,'' paparnya.
Dia mengaku mempunyai sejumlah alasan mengapa sejak awal menentang rencana itu. Pertama, kegiatan tersebut dikhawatirkan akan mengganggu kelestarian mata air di sekitar kawasan pegunungan. ''Kami menilai banyak mata air yang akan terganggu debitnya,'' paparnya.
Selanjutnya, pengambilan material dimungkinkan akan mempercepat pendangkalan di sungai Juwana (bagian utara) dan Lusi (bagian selatan). Penjelasannya, sejumlah barang galian akan mengalir ke sungai dan meningkatkatkan sedimentasi.
''Pendangkalan di kedua sungai tersebut jelas merupakan potensi bencana tidak hanya bagi lahan pertanian maupun pemukiman warga di sekitarnya,'' jelasnya.
( Anton WH / CN27 / JBSM )