
Blora, CyberNews. Pembangunan pabrik gula di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Blora, dengan bendera PT Gendhis Multi Manis (GMM) sebagai bendera perusahaannya, tidak lagi sebuah wacana. Peletakan batu pertama secara simbolik, bahkan sudah dilakukan awal pekan ini.
Tak tanggung-tanggung, Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurti dan Gubernur Jateng Bibit Waluyo, dan tentu saja Bupati Blora Djoko Nugroho, mementingkan hadir dalam kesempatan itu. Pasalnya, pembangunan pabrik gula di Kota Satai ini, dan satu lagi yang bakal berdiri di Banjarnegara, diharapkan bisa menopang terealisainya swasembada gula 2013 yang dicanangkan oleh Pemprov Jateng dan setahun kemudian (2014), swasembada gula yang dicanangkan pemerintah pusat, diharapkan bisa terwujud.
Pembangunan pabrik gula ini, selain untuk mendorong terealisasinya swasembada gula, adalah membuka lahan kerja bagi masyarakat. Di mana dari hulu hingga hilir, pabrik gula itu diperkirakan bisa menyerap puluhan ribu tenaga kerja.
Sebagaimana yang disampaikan Bupati Djoko Nugroho, kehadiran PT GMM di Blora akan berdampak positif bagi peningkatkan perekonomian masyarakat. "Di bagian timur, ada Pertamina yang saat ini tahap eksplorasi. Dibangunnya PT GMM di bagian barat, ini untuk keseimbangan perekonomian di Kabupaten Blora," ujarnya.
Pihak PT GMM memang telah menegaskan, kuota tenaga kerja di pabrik tersebut akan memprioritaskan tenaga sekitar pabrik. Direktur Utama PT GMM, Kamadjaya, mengutarakan hal itu di hadapan wartawan usai peletakan batu pertama pembangunan pabrik gula itu. "Soal pekerja, nanti bisa dilihat. Di Kendal dulu juga begitu. Tapi buktinya sekarang justru 90 persen pekerja berasal warga asli Kendal," katanya.
Ketua HKTI Blora Bambang Sulistya, saat ditemui CyberNews, menegaskan kesiapannya mengawal hak rakyat, khususnya sekitar pabrik, untuk mendapatkan pekerjaan di pabrik gula. "Kita akan memperjuangkan. Elemen masyarakat yang sudah mendukung berdirinya pabrik gula, ini diperhatikan," ujarnya.
( Rosidi / CN14 / JBSM )