
Bandung, CyberNews. Single Ariel Peterpan yang diluncurkan di Rutan Kebon Waru Bandung, Senin (18/4), seolah membawa banyak pesan yang ingin disampaikan teman dekat Luna Maya itu.
Menurut dia, lagu tersebut belum mempunyai judul. Namun dia sempat menyebutnya "Dara", lagu dengan nada-nada yang dominan sendu saat diperdengarkan selepas tengah hari.
Nuansa tersebut mungkin bisa dipahami. Pria yang tengah menunggu proses banding atas vonis 3,5 tahun kasus video asusila itu menyebut lagu itu sebagai representasasi kerinduan yang dirasakannya selama ini.
Baginya, tema itu tak terlalu keras untuk menggambarkan kondisi di balik rutan. Dia juga dibantu warga binaan, Faisal dalam mewujudkan ekspresinya itu. "Tentang relasi orang di dalam dengan yang di luar. Bagaimana mereka bisa saling menguatkan untuk bisa terus melanjutkan hidupnya, walaupun tertimpa masalah, dan itu mudah-mudahan bisa mewakili teman-teman di sini juga," jelas pria bernama Nazriel Irham ini.
Lebih dari itu, Ariel tampaknya ingin membawa semangat "rekonsiliasi" terutama atas kasusnya. Pada titik ini, kehadiran lagu itu seolah menjadi sebuah pengharapan baru vokalis papan atas tersebut.
Saat akan membawakan karya barunya itu pun, Ariel memulai dengan kesadaran atas dampak yang ditimbulkan kasusnya. Sebelumnya, dalam persidangan, kesan membantah dari pihaknya lebih menonjol dan menjadi bahan pertimbangan vonis majelis hakim PN Bandung. "Saya minta maaf kepada masyarakat kalau misalnya selama ini terjadi keresahan-keresahan," katanya.
Sebagai klimaks, Ariel ingin karyanya dapat diterima kembali. Sebuah rangkaian yang tidak bisa dipisahkan dengan proses kreativitasnya. Toh, single yang diciptakan selama empat bulan selama bulan itu menjadi bukti akan proses tersebut yang tak bisa dibendungnya.
( Setiady Dwi / CN14 / JBSM )