panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
17 April 2011 | 15:20 wib
Wirausahawan
Kembangkan Inovasi Kue Berkarakter Tiga Dimensi
.

Semarang, CyberNews. Berawal dari kegemarannya melihat pameran kue semasa sekolah membuat Sugijani atau akrab disapa Yani (37), kini piawai membuat karyanya sendiri.

Sejak sekolah di SMA Karangturi lalu melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi Unika Soegijapranata, Yani sudah tekun untuk terus berinovasi. Dia pun mantap untuk bergerak di bisnis cake decoration setelah sebelumnya menimba ilmu secara intensif membuat kue ultah dan pernikahan di Jakarta.

Sampai saat ini terhitung 17 tahun sudah Yani berkecimpung dalam dekorasi dan pembuatan kue. Jika dulu dikenal banyak hiasan seperti krim atau mainan yang ditempelkan tetapi setelah itu tak bisa dimakan, saat ini ia terus mengembangkan konsep tiga dimensi dari berbagai karakter film atau tokoh yang disukai anak-anak.

Berbeda dengan kreasi jaman dulu, hiasan yang ada tak ada yang tersisa karena semuanya bisa disantap. Dengan bahan plastik icing yang sangat lentur dan bisa dibentuk menjadi apa saja, kreasi kue bikinannya menjadi tampak lebih hidup. Di toko sekaligus workshop Yani Cake di Jalan Plampitan No 9, dia mengaku untuk membuat karakter yang sama persis dengan aslinya bukanlah hal yang mudah.

Yani bahkan rela bila harus mencari di internet, menonton DVD atau membeli boneka aslinya agar karakter yang dibuat lebih istimewa. "Kalau melihat gambarnya saja jelas masih kurang dan untuk membuat kreasi kue dan hiasan yang menarik maka sebisa mungkin saya harus nonton filmnya atau beli bonekanya," ujar ibu yang sering memenangkan berbagai kejuaraan ini.

Keahliannya menggambar juga sangat membantu istri Herijanto ini untuk berkreasi menciptakan desain kue yang berbeda satu dengan yang lainnya. Yani menuturkan, seringkali klien meminta desain yang belum pernah ada dan terkadang agak sulit. Tetapi dengan kemampuannya tersebut, ia sukses mendesain kue lain dari yang lain. Pernah ada pasangan yang meminta roti pernikahan dikolaborasi dengan bunga-bunga segar.

Dia pun sampai harus belajar ke florist untuk mengetahui daya tahan masing-masing jenis bunga sehingga bisa memilih mana yang ditata terlebih dahulu. ''Dengan 8 jam pengerjaan, saya harus memastikan bunga mana yang tahan paling lama sehingga jangan sampai ketika disajikan ada yang sudah layu duluan. Ini adalah bentuk komitmen kepada klien termasuk dari awal menyiapkan bahan dan finishing kue tetap di tangan saya,'' imbuhnya.

Harga yang dipatok untuk kue-kue bikinannya mulai dari Rp 400 ribu untuk roti ultah dan Rp 3 juta untuk kue pernikahan. Sebelumnya, Yani dan suami juga berinovasi menciptakan kue pernikahan yang bermotif tradisional dengan hiasan batik dan pengantin berbusana Jawa. Kue pengantin yang identik dengan pernikahan internasional ini disulap dan kental dengan tradisi Jawa.

( Modesta Fiska / CN27 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
Index Berita
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 12862
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 13608
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 13378
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 15752
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 12952
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER