panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
16 April 2011 | 18:32 wib
Warga Asal Cirebon Mirip Pelaku Bom Bunuh Diri

Cirebon, CyberNews. Teka teki pelaku bom bunuh diri di Masjid Adz-dzikra, kompleks Mapolres Cirebon Kota, sepertinya sudah sedikit menemui titik terang. Seorang warga Astanagarip Utara, Kota Cirebon, mengaku kehilangan anggota keluarganya dengan ciri wajah mirip foto pelaku yang beredar di kalangan wartawan dan masyarakat.

Bahkan, polisi sudah membawa orang tua dan saudara orang yang dikabarkan hilang ke Mabes Polri Jakarta. Warga yang dikabarkan hilang sejak peristiwa pengeboman itu bernama MS (30). Ia merupakan anak keempat dari delapan bersaudara pasangan Ghofur (60) dan Ratu Srimulat (57), warga RT 05/ RW 05 Kelurahan Astanagarip Utara, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon.

Keluarga itu mengaku sejak peristiwa pengemboman Jumat siang (15/4),  kehilangan anaknya tersebut. Tidak lama setelah melaporkan kehilangan, Jumat (15/4) sekitar pukul 22.000, kedua orang tua dan adik Muhammad Sarif dibawa ke Mabes Polri untuk dimintai keterangan.

"Semalam ada petugas datang. Mereka kemudian membawa kedua orang tua dan Toni (adik kandung MS-red). Katanya mau dibawa ke Mabes Polri. Untuk apa, saya tidak tahu," ujar Elang Rosid (62) paman MS, Warga Pekalipan, Kota Cirebon.

Dia menuturkan, dari foto pelaku yang ditunjukan petugas saat berkunjung ke rumah, wajahnya memang mempunyai kemiripan dengan keponakannya tersebut. Kemiripan itu terutama pada hidung, mata, asli, pipi, telinga dan bentuk wajah.

Namun, di bagian mulut ke bawah berbeda. "Saya sendiri kurang yakin itu, saudara saya. Kalau melihat fotonya memang mirip. Tapi, itu belum tentu dia," katanya.

Berwatak Keras

Menurut dia, meski tergolong keluarga dekat, namun pihaknya jarang bertemu. Pihaknya terakhir bertemu pada Lebaran tahun lalu. Itu pun hanya sebentar. Selama ini keponakannya itu tinggal bersama istrinya di Majalengka. Bahkan, pihaknya Jumat malam sempat mengantarkan petugas menemui istri keponakannya tersebut.

Bahkan, keponakannya berencana pulang ke Cirebon pada 2 April lalu. "Sampai sekarang, kami dan keluarga masih menunggu kepastiannya," tandas dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, keponakannya itu memang berwatak keras. Terutama, terhadap tindakan yang dinilai melanggar agama. Bahkan, dulu pernah ada orang yang minum-minuman beralkohol, tanpa babibu langsung dibubarkan.

Sejumlah tetangga MS mengungkapkan, pria  dan keluargannya itu selama ini dikenal tertutup. Mereka keluar rumah saat akan bekerja sebagai pedagang makanan sejenis martabak. MS sendiri, memang jarang pulang ke rumah, sehingga tidak pernah berinteraksi dengan tetangga.

"Orangnya jarang pulang dan tertutup. Saya saja ketemu setahun lalu. Kini tinggal di mana dan kerjanya apa saya juga tidak tahu," ujar Supandi, Ketua RT 05/ RW 05 Astanagarip Utara, Kota Cirebon.

Sementara itu, rumah keluarga MS terlihat dalam keadaan kosong. Pagar di bagian depan rumah tertutup rapat. Di teras rumah teronggok lemari kaca tempat menjajakan makanan sejenis martabak di pasar.

( Bayu Setyawan / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 15370
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 16278
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 16042
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 18611
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 15519
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER