panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Kanal Sehat -- Empat Manfaat Kasih Ibu bagi Kesehatan Anak Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
10 April 2011 | 09:55 wib
Banyak Siswa Tak Teruskan Sekolah

Temanggung, CyberNews. Saat ini diperkirakan masih banyak siswa atau anak usia sekolah di Kabupaten Temanggung yang setelah lulus dari satu jenjang pendidikan, namun tidak meneruskan ke jenjang pendidikan berikutnya yang lebih tinggi.

Hal tersebut, antara lain lantaran kesadaran terhadap pendidikan di masyarakat yang masih rendah, sehingga diperlukan adanya kampanye pendidikan.

Ketua Lembaga Swadaya Peduli Pendidikan (LSPPI) Kabupaten Temanggung, Humam Sabroni, mengatakan banyaknya siswa yang tidak meneruskan sekolah ke jenjang lebih tinggi tersebut dapat dilihat dari tingginya selisih peserta ujian di tingkat SD/MI dengan SMP/MTs, serta pada peserta ujian di tingkat SMP/MTs dengan SMA/MA/SMK pada tahun ini.

"Kendati kami belum melakukan penelitian mengenai lulusan SD/MI yang tidak melanjutkan ke SMP/MTs, serta lulusan SMP/MTs yang tidak meneruskan ke SMA/MA/SMK, namun setidaknya, dengan memperhatikan data peserta ujian ini, terlihat, jumlah siswa yang tidak meneruskan cukup banyak," ujarnya.

Untuk SD/MI negeri dan swasta di wilayah Kabupaten Temanggung, jumlah peserta ujian tahun ini sebanyak 11.244 anak. Kemudian, untuk SMP/MTs negeri maupun swasta, peserta ujian keseluruhan 10.255 anak. Serta, untuk SMA/SMK/MA, peserta ujian tahun ini total berjumlah 4.509 anak.

Dengan angka tersebut, maka selisih peserta ujian antara SD/MI dengan SMP/MTs, mencapai 1.089 siswa. Kemudian, selisih yang lebih tinggi lagi terjadi pada jumlah peserta ujian di SMP/MTs dengan SMA/SMK/MA, yaitu 5.646 siswa. "Jumlah siswa yang tidak meneruskan itu lalu kemana, juga masih perlu diteliti. Namun kemungkinanya adalah, mereka kemudian bekerja, wiraswasta, menikah, pergi ke luar daerah, menganggur atau meninggal dunia," ungkapnya.

Menurutnya, kondisi demikian mestinya menjadi perhatian semua pihak, terutama para pejabat publik di tingkat kabupaten hingga RT/RW. Yakni, untuk berupaya menyadarkan anak umur sekolah, agar tetap bersekolah dan melanjutkan ke jenjang lebih tinggi. Sedangkan, jika kendalanya adalah biaya sekolah, maka sebetulnya bisa diupayakan jalan keluarnya secara bersama-sama.

"Setelah ada BOS, kendala mereka tidak melanjutkan sekolah biasanya karena tak memiliki biaya transportasi. Kendala itu sebetulnya bisa diatasi, jika pemerintah dan masyarakat kita peduli dan sadar pendidikan," tuturnya.

( Henry Sofyan / CN14 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
20 April 2014 | 10:51 wib
Dibaca: 87
20 April 2014 | 10:38 wib
Dibaca: 187
20 April 2014 | 10:24 wib
Dibaca: 257
20 April 2014 | 10:12 wib
Dibaca: 262
image
20 April 2014 | 09:58 wib
Dibaca: 483
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
13 April 2014 | 16:56 wib
07 April 2014 | 21:40 wib
12 April 2014 | 17:55 wib
02 April 2014 | 00:53 wib
FOOTER