
Demak, CyberNews. Hingga awal tahun 2011, masih banyak ruangan kelas di Kabupaten Demak yang dianggap tak layak huni. Kondisi ruangan untuk siswa SD itu rata-rata memprihatinkan sehingga tak seharusnya dipakai kegiatan belajar mengajar. Menurut Ketua Fraksi PKS DPRD Demak Amir Darmanto, kondisi ruangan yang rusak tersebar merata di 14 kecamatan. "Jumlahnya bisa mencapai ratusan kelas. Tersebar di berbagai SD di seluruh kecamatan," jelasnya kepada CyberNews.
Selain karena faktor usia, keterbatasan pendanaan dari Pemkab menjadikan kerusakan bangunan tak segera tertangani. Akibatnya banyak ruangan yang kemudian dipaksakan kegiatan belajar mengajar meski kondisinya membahayakan. Disebutkan ada beberapa sekolah yang nekat mengganjal atap ruangan dengan bambu, agar bisa dipakai siswa. Padahal, atap bangunan itu sewaktu-waktu bisa ambruk lantaran kerangka kayunya sudah lapuk.
Anggota Komisi D DPRD Demak itu menambahkan, jumlah bangunan SD di Demak mencapai lebih dari 1.000 unit. Sebanyak, 40 persen diantaranya atau sekitar 400 ruangan kelas diketahui rusak. Dia, meminta instansi yang membidangi masalah tersebut bekerja lebih keras, membenahi ruangan kelas yang tak layak huni. "Kabupaten Demak setiap tahun selalu mendapat program bantuan dari pemerintah pusat salah satunya berupa dana alokasi khusus (DAK). Ada baiknya dana itu dipergunakan memperbaiki gedung-gedung sekolah yang masih rusak," katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) M Afhan Noor menyatakan pihaknya setiap tahun selalu memberikan anggaran untuk pembangunan maupun peningkatan fisik, gedung-gedung sekolah. Data, yang dimiliki dinas mulai 2009-2010, seribuan ruangan kelas telah diperbaiki. Setiap tahun perbaikan bangunan, dilakukan terhadap 500 lebih ruang kelas. Disebutkan di tahun 2011, hal serupa akan dilaksanakan, termasuk mengambil anggaran DAK untuk perbaikan gedung SD.
( Hari Santoso / CN14 / JBSM )